Penelitian: Berjalan Bisa Membantu Hamil Lagi Setelah Keguguran

Raka Lestari 14 Mei 2018 07:26 WIB
kehamilan
Penelitian: Berjalan Bisa Membantu Hamil Lagi Setelah Keguguran
Brian Whitcomb menemukan bahwa berjalan kaki setidaknya 10 menit pada satu waktu dikaitkan dengan peningkatan kemampuan untuk hamil. (Foto: Cristian Newman/Unsplash.com)
Jakarta: Kesulitan hamil bisa menjadi pengalaman yang menyedihkan, termasuk juga yang mengalami keguguran. Namun bagi Anda yang pernah mengalami keguguran tidak perlu khawatir, menurut penelitian terbaru berjalan kaki dapat membantu Anda lebih cepat hamil setelah keguguran. 

University of Massachusetts di Amherst School of Public Health dan profesor Ilmu Kesehatan, Brian Whitcomb menemukan bahwa berjalan kaki setidaknya 10 menit pada satu waktu dikaitkan dengan peningkatan kemampuan untuk hamil, terutama pada wanita dengan berat badan berlebih atau obesitas.

Penelitian yang diterbitkan di Oxford University Journal of Human Reproduction, memelajari 1.214 wanita sehat berusia 18 hingga 40 tahun dengan riwayat satu atau dua kali keguguran. 


Pada penelitian tersebut, melakukan aktivitas fisik seperti berjalan kaki tidak memiliki pengaruh yang kuat bagi wanita yang memiliki Body Mass Index (BMI) sedang atau rendah. 

Namun peneliti menemukan bahwa wanita yang tercatat  menghabiskan lebih dari empat jam seminggu melakukan aktivitas yang kuat memiliki "peluang kehamilan yang lebih tinggi secara signifikan" dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukan aktivitas yang kuat.


(American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menyarankan para wanita dengan kehamilan tanpa komplikasi untuk melakukan olahraga sebelum, selama, dan setelah kehamilan. Foto: Heidy Sequera/Unsplash.com)

(Baca juga: 10 Cara Jalani Kehamilan Sehat untuk Wanita Obesitas)

Whitcomb mengatakan kepada Science Daily "Gaya hidup memiliki dampak pada hal ini karena dapat memiliki efek pada tingkat molekuler." 

"Apa yang kita makan dan apa yang kita lakukan merupakan faktor potensial yang dapat kita ubah untuk membentuk kesehatan kita. Jadi penelitian semacam ini penting karena membantu memberikan informasi tentang hal-hal yang benar-benar dapat dilakukan oleh seseorang."

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menyarankan para wanita dengan kehamilan tanpa komplikasi untuk melakukan olahraga sebelum, selama, dan setelah kehamilan. 

Hal itu karena berolahraga dapat meningkatkan kebugaran fisik, mengurangi risiko diabetes gestasional, dan meningkatkan kesejahteraan psikologis. Kekhawatiran bahwa olahraga dapat menyebabkan keguguran pada kehamilan tanpa komplikasi tidak dibuktikan kebenarannya, menurut ACOG.

Dilansir dari Romper.com, sekitar 10 hingga 20 persen kehamilan berakhir dengan keguguran, menurut Mayo Clinic.  Setelah satu kali keguguran, risiko Anda akan meningkat menjadi 14 persen, setelah dua kal, meningkat menjadi sekitar 26 persen, dan setelah tiga kali, menjadi 28 persen. 

Jika Anda mengalami dua atau lebih keguguran berturut-turut, Mayo Clinic merekomendasikan untuk meminta dokter Anda melakukan tes untuk mengidentifikasi penyebab yang mendasari sebelum mencoba hamil lagi. 






(TIN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id