Mulut adalah organ pencernaan pertama yang mengubah makanan menjadi lebih lembut. (Foto Ilustrasi: Hayes Potter/Unsplash)
Mulut adalah organ pencernaan pertama yang mengubah makanan menjadi lebih lembut. (Foto Ilustrasi: Hayes Potter/Unsplash)

Sembilan Gangguan Kesehatan di Mulut

Rona tips kesehatan
Anda Nurlaila • 16 Mei 2019 16:55
Jakarta: Mulut adalah organ pencernaan pertama yang mengubah makanan menjadi lebih lembut. Di dalam mulut terdapat organ aksesoris yang membantu proses pencernaan seperti lidah, gigi, dan kelenjar air liur.
 
Dari sini, makanan akan melalui proses lebih lanjut dalam organ pencernaan berikutnya.
 
Mulut lebih rentan mengalami kondisi medis, karena menjadi salah satu organ yang aktif digunakan. Beberapa luka dan kondisi medis pun dapat terjadi di mulut, seperti dimuat dalam WebMD:

-Lepuh dingin

Lepuh dingin atau cold sore bukan karena pilek atau demam, tapi bisa dipicu hal-hal tersebut. Virus biasanya ditularkan melalui ciuman, menggunakan peralatan bersama, atau kontak jarak dekat lainnya. Krim dan salep yang dijual bebas dapat membantu ketidaknyamanan dan mempercepat penyembuhan.

-Sariawan

Penyebabnya adalah ragi candida. Sariawan paling sering terjadi pada orang dewasa yang sudah lanjut atau bayi. Tetapi sistem kekebalan tubuh yang lemah, antibiotik, diabetes, atau obat-obatan tertentu seperti kortikosteroid inhalasi menyebabkan jamur Candida dapat tumbuh pesat.

-Lidah berbulu hitam

Terjadi ketika benjolan kecil di lidah tumbuh memanjang dan menjebak bakteri yang ada di dalam mulut. Sehingga lidah terlihat hitam dan berbulu. Penyebabnya bisa termasuk penggunaan antibiotik, kebersihan mulut yang buruk, merokok, minum banyak teh atau kopi, atau mulut tidak menghasilkan air liur cukup. Menyikat lidah dan menggunakan pengeruk lidah dapat menghilangkannya. Tapi kadang-kadang diperlukan pengobatan.

-Luka canker

Penyebab lepuh kecil menyakitkan dalam mulut ini belum diketahui. Pemicunya termasuk hipersensitivitas, infeksi, hormon, stres, dan kekurangan vitamin. Luka yang juga disebut luka aphthous dapat muncul di lidah, pipi, bahkan gusi. Luka ini bertahan 1-2 minggu. Luka yang parah dan persisten dapat diobati dengan dengan krim mati rasa, obat resep, atau laser gigi.

-Leukoplakia

Leukoplakia adalah reaksi terhadap iritasi, seperti permukaan gigi yang kasar, gigi palsu yang tidak pas, merokok, dan tembakau tanpa asap. Leukoplakia muncul sebagai bercak putih atau plak di mulut, biasanya tidak sakit dan tidak bisa dihilangkan. Leukoplakia juga bisa menjadi kondisi prakanker. Bercak yang menetap dan perubahan lain di mulut memerlukan pemeriksaan dokter gigi.

-Lichen Planus

Ruam langka berbentuk bercak putih atau benjolan merah mengkilap di bagian dalam pipi atau lidah bisa jadi lichen planus. Umumnya, lichen planus tidak memerlukan perawatan apa pun. Pengobatannya dengan oral maupun topikal. Lichen planus oral dapat menjadi kronis dan dapat meningkatkan risiko kanker mulut. Lichen planus juga dapat terjadi di kulit, kulit kepala, kuku, dan alat kelamin.

-Kanker mulut

Sakit mulut yang tidak kunjung sembuh, mati rasa di wajah, mulut, atau leher bisa jadi tanda kanker mulut. Gejala lainnya adalah masalah mengunyah, berbicara, atau menelan. Penyebabnya merokok, tembakau tanpa asap, asupan alkohol berlebih, paparan sinar matahari berlebih, dan riwayat kanker dalam keluarga.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kanker mulut juga telah dikaitkan dengan human papillomavirus, atau HPV. Segera periksakan diri ke dokter, karena kanker mulut dapat diobati dan disembuhkan.

-TMJ

Masalah pada rahang yang disebut sindrom sendi temporomandibular dapat menyebabkan nyeri hebat pada rahang, wajah, telinga, atau leher. Menggeretakkan, gigi atau cedera dapat menyebabkan sindrom TMJ. Gejala-gejalanya antara lain nyeri, sakit kepala, pusing, bahkan kesulitan menelan. Perawatan mungkin melibatkan istirahat, pelindung mulut, obat-obatan, atau operasi.

-Gigi patah

Mengunyah es atau permen keras, menggeretakkan gigi, bahkan ekspos terhadap panas dan dingin berlebihan dapat menyebabkan gigi retak, atau patah. Jika gigi patah sedikit tidak akan menimbulkan masalah. Tetapi patahan besar dapat menimbulkan rasa sakit dan kerusakan gigi permanen. Penanganannya dapat dengan memperbaiki mahkota gigi yang rusak.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif