Beberapa faktor bisa menyebabkan hyperhidrosis, seperti faktor genetik dan masalah kesehatan lain yang mendasarinya. (Foto: Pexels.com)
Beberapa faktor bisa menyebabkan hyperhidrosis, seperti faktor genetik dan masalah kesehatan lain yang mendasarinya. (Foto: Pexels.com)

Penyebab Ketiak Anda Keringat Berlebih

Rona kesehatan kulit
Raka Lestari • 29 Mei 2019 15:46
Keringat di ketiak Anda berlebih bisa jadi itu adalah hyperhidrosis. American Academy of Dermatology (AAD) menjelaskan bahwa seseorang yang mengalami hyperhidrosis akan menghasilkan keringat lebih banyak dari yang diperlukan tubuh bahkan ketika tubuh tidak membutuhkan pendinginan.
 

 
Jakarta: Berkeringat adalah cara tubuh Anda menjaga suhu tubuh tetap terjaga dan membuat Anda tetap dingin. Ketika Anda menjadi terlalu panas, misalnya karena Anda berolahraga atau karena cuaca yang sedang panas maka tubuh Anda akan berkeringat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setelah itu keringat menguap dari kulit Anda, yang membantu mengatur suhu tubuh Anda secara keseluruhan. Salah satu bagian yang paling mudah berkeringat adalah ketiak.
 
Namun jika Anda menyadari bahwa keringat Anda berlebihan dari biasanya itu bisa terjadi karena suatu kondisi yang disebut dengan hyperhidrosis.
 
American Academy of Dermatology (AAD) menjelaskan bahwa seseorang yang mengalami hyperhidrosis akan menghasilkan keringat lebih banyak dari yang diperlukan tubuh bahkan ketika tubuh tidak membutuhkan pendinginan.
 
Beberapa faktor bisa menyebabkan hyperhidrosis, seperti faktor genetik dan masalah kesehatan lain yang mendasarinya. Menurut AAD, umumnya hyperhidrosis terjadi pada satu atau dua area tubuh seperti di bawah ketiak dan dahi.
 
Penyebab Ketiak Anda Keringat Berlebih
(American Academy of Dermatology (AAD) menjelaskan bahwa seseorang yang mengalami hyperhidrosis akan menghasilkan keringat lebih banyak dari yang diperlukan tubuh bahkan ketika tubuh tidak membutuhkan pendinginan. Foto: Pexels.com)

Hyperhidrosis terbagi menjadi dua:
 
1. Primary Hyperhidrosis

Primary Hyperhidrosis biasanya mulai terjadi pada saat anak-anak atau remaja.

2. Secondary Hyperhidrosis

Secondary Hyperhidrosis terjadi ketika Anda mengalami keringat berlebih karena beberapa masalah kesehatan lainnya, seperti diabetes, menopause, atau tiroid.
 
Allison Arthur, MD, seorang dokter kulit bersertifikat di Orlando, Florida, mengatakan, "Jika keringat sampai menetes ke sisi tubuh Anda atau baju Anda sangat basah karena keringat padahal Anda tidak melakukan pekerjaan yang berat, itu bisa dianggap sebagai keringat berlebih."
 
Untuk mengatasinya, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui kondisi Anda yang sebenarnya.
 
Jika Anda mengalami primary hyperhidrosis, sebaiknya langsung berkonsultasi dengan dermatolog atau dokter kulit Anda yang biasanya disarankan untuk menggunakan obat antiperspirant.
 
"Antiperspiran berbeda dari deodoran karena bahan aktifnya, aluminium klorida, yang menyumbat kelenjar keringat ketika Anda berkeringat dan memberi sinyal kepada tubuh Anda untuk berhenti berkeringat," kata Chris Adigun, MD, dokter kulit di Chapel Hill, North Carolina.
 
Antiperspirant juga bisa digunakan oleh mereka yang tidak mengalami hyperhidrosis namun ingin mengurangi keringat berlebih pada area ketiak yang bisa Anda temukan di apotek-apotek terdekat.
 
Konsultasikan pada dokter spesialis kulit Anda  jika merasa sudah sangat terganggu di beberapa rumah sakit, seperti Rumah Sakit Royal Taruma, RSCM - Kencana, atau Rumah Sakit Cendana. Atau kunjungi rumah sakit atau pusat pelayanan di dekat rumah Anda.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif