Selain Flu, Ini Sebab Badan Terasa Nyeri
Stres atau menggunakan bagian tubuh tertentu terlalu sering dapat membuat tubuh Anda nyeri. (Foto: Rawpixel/Unsplash.com)
Jakarta: Flu yang parah biasanya akan membuat sendi atau otot terasa sakit. Tapi, peradangan dalam tubuh juga dapat memicu sakit pada sendi atau otot. Inilah penyebab sendi terasa sakit meski Anda tidak sedang flu ataupun menderita radang sendi.

Menurut otolaryngologist di NYU Langone Health Erich Voigt, proses peradangan terjadi ketika tubuh mengalami infeksi dan beberapa mediator inflamasi yang kita gunakan untuk melawan infeksi menyebabkan demam dan nyeri tubuh.

Namun, banyak perilaku dan kondisi lain yang dapat memicu respons peradangan tubuh seperti gerakan berulang dan stres yang bisa menimbulkan rasa sakit pada tubuh dalam prosesnya. Dan berikut adalah beberapa alasan umum nyeri tubuh.


1. Mononucleosis
Anda mungkin mengalami mononucleosis yang biasanya disebabkan oleh virus EBV. Ini adalah jenis infeksi paling umum di kalangan remaja dan dewasa yang biasanya ditularkan melalui air liur. Gejalanya termasuk kelelahan ekstrem, sakit tenggorokan, demam dan pembengkakan kelenjar getah bening.

(Baca juga: Lima Cara Atasi Nyeri Otot Setelah Olahraga)

2. Olahraga terlalu keras
Mencoba jenis latihan olahraga yang baru dapat membuat Anda merasa sakit pada otot terutama sakit otot yang tertunda. Ini artinya Anda akan merasa sakit setelah satu atau dua hari setelah latihan yang berat. Ini karena hasil dari air mata kecil di jaringan Anda yang dapat menyebabkan peradangan.


(Stres psikologis dapat menyerang fisik mulai dari sakit kepala hingga nyeri rahang dan nyeri punggung. Foto: Jonathan Rados/Unsplash.com)

3. Menggunakan satu bagian tubuh berulang kali
Ketika tubuh Anda secara berulang kali menggunakan satu bagian dari tubuh, misalnya mengetik saat kerja dengan sedikit rasa sakit, ini akan membuat ligamen, otot dan tendon menjadi bengkak kemudian meradang yang menyebabkan rasa sakit.

4. Terlalu stres
Stres psikologis dapat menyerang fisik mulai dari sakit kepala hingga nyeri rahang dan nyeri punggung. Itu karena saat sedang stres, tubuh Anda memompa hormon kortisol dan dapat meningkatkan peradangan, menyebabkan kerusakan otot, rasa sakit, dan kelelahan. Tubuh juga menjadi lebih rentan terinfeksi.

5. Tidur tak nyenyak
Para peneliti menemukan penyebab rasa sakit pada tubuh yang paling sering dirasakan, terutama untuk usia di atas 50 tahun adalah kurang tidur yang nyenyak. Kurang tidur yang lelap dapat menyebakan kelelahan di sepanjang hari.

6. Penyakit fibromyalgia
Penyakit ini ditandai dengan rasa sakit yang meluas di tulang, otot atau ligamen. Otak Anda memproses sinyal rasa sakit secara tidak normal yang memperburuk rasa sakit. Rasa sakit dapat berkembang seiring wakatu atau dipicu oleh hal lain.

7. Penyakit lupus
Kebanyakan orang dengan penyakit autoimun ini mengalami sendi dan pembengkakan. Gejalanya dapat datang dan pergi dan dapat memengaruhi organ yang berbeda pada masing-masing penderita.






(TIN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id