Studi: Sarapan Jus Buah Tingkatkan Risiko Obesitas pada Anak

Sri Yanti Nainggolan 30 Mei 2018 13:32 WIB
tips kesehatan
Studi: Sarapan Jus Buah Tingkatkan Risiko Obesitas pada Anak
(Foto: Shutterstock)
Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa anak-anak yang mengonsumsi jus buah saat sarapan memiliki kecenderungan kegemukan atau obesitas lebih besar. 

Jus, yang dianggap pilihan sehat, memiliki jumlah gula yang cukup tinggi dimana hal tersebut berpengaruh pada kesehatan anak. 

Oleh karena itu, para peneliti lebih menyarankan mengonsumsi buah langsung dibandingkan jus buah saat sarapan. 


Sebuah penelitian dari Medical University of Vienna menemukan, anak yang minum jus jeruk atau apel saat sarapan 50 persen cenderung mengalami obesitas. Sementara, mereka yang hanya minum air mengalami penurunan risiko obesitas sebanyak 40 persen. 

Di sisi lain, tidak sarapan berhubungan dengan penambahan berat badan karena anak cenderung ngemil sepanjang hari. Studi tersebut menemukan bahwa mereka yang sarapan lebih ringan 1,5 kilogram dibandingkan mereka yang tak sarapan. 

Studi yang dipublikasi dalam European Congress on Obesity di Vienna tersebut menanyakan 652 anak berusia 13 tahun tentang kebiasaan sarapan. Hasilnya, mereka yang minum jus buah lebih dari tiga kali seminggu 50 persen cenderung mengalami obesitas. 

Namun, orang tua tak perlu cemas dengan kebiasaan sehat tersebut. 

"Kami tertarik untuk mempromosikan manfaat jus buah karena memang memiliki vitamin dan mineral, dan jika bit belum dihapus ada lebih banyak serat di sana," kata Aisling Pigott, British Dietetic Association (BDA) juru bicara dan ahli diet anak.

Untuk menghindari risiko obesitas, Pigott menyarankan agar volume yang diberikan juga seimbang dan sesuai kebutuhan dimana komposisi untuk anak pada buah dan air adalah 1:4, sementara orang dewasa adalah 1:1. 






(DEV)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360