Sebuah studi yang dilakukan di Tiongkok mengatakan bahwa memakai masker di rumah dapat mengurangi risiko seseorang terkena covid-19. (Ilustrasi/Pexels)
Sebuah studi yang dilakukan di Tiongkok mengatakan bahwa memakai masker di rumah dapat mengurangi risiko seseorang terkena covid-19. (Ilustrasi/Pexels)

Pakai Masker di Rumah Mengurangi Risiko Covid-19

Rona masker Virus Korona virus corona covid-19
Sunnaholomi Halakrispen • 03 Juni 2020 14:22
Jakarta: Sebuah studi yang dilakukan di Tiongkok mengatakan bahwa memakai masker di rumah dapat mengurangi risiko seseorang terpapar covid-19. Sementara saran paling umum ialah masker harus dipakai di depan umum ketika jarak sosial tidak bisa dipraktikkan.
 
Para peneliti mewawancarai 335 orang dari 124 keluarga di Beijing antara akhir Februari dan akhir Maret tentang rumah tangga mereka selama pandemi. Setiap keluarga memiliki satu kasus covid-19. Keluarga rata-rata terdapat empat orang, dan sebagian besar keluarga memiliki tiga generasi.
 
Pada penelitian itu, dinyatakan bahwa sebagian besar penularan dari orang ke orang terjadi dalam rumah tangga. Mengenakan masker di rumah yang sama adalah 79 persen efektif untuk membatasi penularan, tetapi hanya sebelum gejala muncul. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mengenakan masker benar-benar tidak melindungi setelah gejalanya muncul. Di lain sisi, penggunaan harian disinfektan berbasis klorin atau etanol dinilai 77 persen efektif untuk membatasi penularan di rumah tangga.
 
"Studi ini mengonfirmasi risiko tertinggi penularan rumah tangga sebelum timbulnya gejala, tetapi tindakan pencegahan seperti penggunaan masker, disinfeksi, dan jarak sosial dalam rumah tangga dapat mencegah penularan covid-19 selama pandemi," ujar peneliti dalam jurnal medis BMJ Global health, dikutip dari WebMD.
 
Jika orang pertama yang terinfeksi mengalami diare, risiko penularan virus menjadi empat kali lipat. Kemudian, jika memiliki kontak harian yang dekat dengan orang pertama yang terinfeksi, seperti makan atau menonton televisi bersama, memiliki risiko penularan 18 kali lipat.
 
Siaran pers BMJ mencatat bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kesehatan Masyarakat Inggris belum mengesahkan pemakaian masker di dalam atau di luar rumah karena kelompok-kelompok itu tidak berpikir ada cukup bukti untuk mendukung gagasan itu. Sementara para peneliti China melakukan proyek rumah tangga mereka untuk melihat apakah masker bisa membuat perbedaan.
 
Sedangkan, ketika coronavirus pertama kali datang ke Amerika Serikat, pejabat federal mengatakan masker tidak diperlukan bagi orang yang tidak sakit. Tetapi ketika jumlah kasus meningkat, administrasi Trump menerapkannya.
 
Pada awal April, pemerintah mendesak orang Amerika untuk mulai mengenakan masker ketika mereka tidak bisa melakukan jarak sosial. Meskipun, Presiden Trump mengatakan dia tidak akan memakai masker.
 
Dokter di Universitas Emory pin membahas bagaimana pemakaian masker menjadi lebih penting dan harus diterima. Menurut Colleen Kraft, MD, associate chief medical officer di Emory University, masker tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga melindungi orang lain.
 
"Awalnya kami berpikir bahwa mungkin tidak perlu ada perubahan penyebaran transmisi dengan masker, tapi kami benar-benar merasa ada aspek perlindungan dan aspek pengingat jarak sosial ketika Anda mengenakan masker. Jdi kami merekomendasikan individu menggunakan masker," tuturnya.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif