kanker paru sulit untuk dideteksi sehingga saat pergi ke dokter, kanker paru tersebut sudah dalam stadium akhir. (Ilustrasi/Pexels)
kanker paru sulit untuk dideteksi sehingga saat pergi ke dokter, kanker paru tersebut sudah dalam stadium akhir. (Ilustrasi/Pexels)

Sulitnya Mendeteksi Dini Kanker Paru

Rona kanker
Kumara Anggita • 11 Februari 2020 12:02
Jakarta: Setiap kanker bila dideteksi dini akan besar peluangnya untuk sembuh. Namun sayangnya, kanker paru sulit untuk dideteksi sehingga saat pergi ke dokter, kanker paru tersebut sudah dalam stadium akhir. 
 
Pulmonologis, dr. Elisna Syahruddin, Ph.D., Sp.P(K) menyebutkan bahwa hal ini terjadi kanker paru berbeda dengan kanker lainnya seperti kanker kulit yang mudah terlihat. Paru-paru berada di dalam dan orang jarang mau melakukan pemeriksaan menggunakan alat yang tak nyaman seperti bronkoskopi ketika belum ada keluhan. Selain itu, gejala kanker paru juga tidak khas. 
 
Gejala kanker paru tidak khas antara lain

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Batuk. Tidak ada batuk biasa
Batuk darah
Sakit atau nyeri dada
Sesak napas
 
Anda pula perlu mengetahui bahwa gejala kanker kadang disertai dengan berat badan menurun. Tidak jarang yang dikeluhkan merupakan gejala dari penyebaran kanker ke tempat lain misalnya nyeri atau patah tulang, sakit kepala, atau bahkan lumpuh. 
 
Menurut Medco group dan Yayasan Kanker Indonesia ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker paru terjadi pada Anda antara lain:
 
- Jangan pernah mencoba untuk mulai merokok
 
- Bila sudah merokok maka hentikan
 
- Hindari asap rokok dimanapun Anda berada
 
- Patuhi peraturan tentang kesehatan dan keselamatan kerja
 
Untuk mengobati penyakit ini Anda bisa  melakukan operasi jika masih memungkinkan, kemoterapi atau terapi target untuk jenis tertentu, radioterapi pada jenis tertentu, atau gabungan ketiganya. 
 
Tak hanya itu, ada pula pilihan terbaru yang disebut dengan imunoterapi. Imunoterqpi bekerja dengan menggunakan sistem imun sendiri untuk membunuh sel kanker yang ada.
 
“Sel-sel imun kita berfungsi bagus. Sebetulnya kanker itu bisa disingkirkan. Malangnya kanker itu memiliki kemampuan untuk menghindar dari sistem imun. Sehingga sistem imun tak bisa mendeteksi bahwa itu adalah sel yang berbahaya,” ujar Prof. Siti Boedina, Direktur Senior Penanggung Jawab RSIA Bunda dalam  Diskusi Media Bertajuk Pendekatan Baru Pengentasan Kanker Baru di Jakarta.
 
Imunoterapi lebih unggul dibandingkan kemoterapi. Ini karena cara kerjanya pada kanker-kanker stadium awal yang belum menyebar tidak menimbulkan kerusakan jaringan tubuh lain seperti yang ditemukan di terapi lain. Imunoterapi akan lebih efektif digunakan pada stadium awal sebeleum kanker menyerah ke seluruh tubuh. 
 
Pengobatani ini diberikan lewat infus dan memiliki efek samping yang lebih sedikit dalam kerontokan rambut, sakit kepala parah, dan mual. Menurut penelitian, angka harapan hidup lima tahun pasien yang menjalani terapi ini mencapai lima sampai enam kali lipat dibandingkan kemoterapi bahkan 15 kali lipat pada pasien uang merespon terapi dengan baik. Ini adalah angka harapan hidup yang baik untuk pasien dengan kanker paru.
 
Imunoterapi untuk kanker merupakan sebuah standar terbaru bagi pengobatran kanker di Indonesia yang dapat memperpanjang harapan hidup pasien dan meningkatkan kualitas hidup mereka. 
 
Jangan sampai kanker menyerang Anda, selagi bisa dicegah hindari lah faktor risikonya khususnya jauhkan diri Anda dari paparan rokok. Hal ini akab baik untuk Anda dan juga orang di sekitar Anda. 
 

 
(YDH)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif