Piriformis adalah otot di area bokong yang menjadi kencang ketika seseorang menghabiskan waktu terlalu lama untuk duduk. (Foto: Pexels.com)
Piriformis adalah otot di area bokong yang menjadi kencang ketika seseorang menghabiskan waktu terlalu lama untuk duduk. (Foto: Pexels.com)

Tips Atasi Saraf Terjepit di Pinggul

Rona kesehatan kesehatan sendi
Sunnaholomi Halakrispen • 05 Juli 2020 07:00
Jakarta: Saraf terjepit di pinggul menyebabkan rasa nyeri, bahkan nyeri yang berkepanjangan di area pinggul dan bisa terus memburuk. Syaraf terjepit parah dapat menyebabkan jaringan parut di daerah yang terkena atau kerusakan saraf permanen.
 
Namun, ada tips sederhana yang bisa dilakukan secara mandiri di rumah dalam merawat saraf terjepit tersebut. Berikut ini langkahnya seperti dilansir dari Medicalnewstoday:

1. Beristirahat

Menghindari kegiatan apa pun yang membuat rasa sakit semakin parah dapat mengurangi iritasi dan stres pada saraf. Sehingga, bisa sembuh. Beristirahat juga bisa sekaligus meletakkan bantalan panas dan bantalan dingin.
 
Lakukan secara bergantian, atau gunakan salah satu yang bagi Anda bisa paling melegakan. Heat pad dan cool packs tersedia di toko-toko maupun pembelian online.

2. Minum obat

Salah satu obat yang bisa dikonsumsi ialah obat antiradang. Ini dapat mengurangi pembengkakan, yang bisa menghilangkan tekanan saraf. Namun Anda mesti menemui dokter spesialis syaraf terlebih dahulu sebelum mengonsumsi obat apa pun.

3. Lakukan peregangan lembut

Cara ini bisa menghilangkan tekanan pada otot atau tendon yang mungkin terlalu ketat. Peregangan tertentu bisa sangat bermanfaat bagi seseorang dengan saraf terjepit di pinggul mereka. Ada sejumlah peregangan yang bisa Anda terapkan, salah satunya peregangan piriformis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Piriformis adalah otot di area bokong. Ketika terlalu kencang, itu dapat memperburuk saraf terjepit dan memperburuk nyeri pinggul. Otot ini menjadi kencang ketika seseorang menghabiskan waktu terlalu lama untuk duduk. Juga bisa menjadi terlalu tegang jika seseorang gagal melakukan peregangan sebelum dan sesudah olahraga berat, seperti berlari.

Peregangan piriformis bisa dilakukan dengan:

- Berbaringlah di permukaan yang rata. Kemudian, genggam lutut kaki yang sakit dengan kedua tangan. Perlahan, tarik lutut ke atas menuju bagian dada Anda.
 
Kemudian, tahan selama 10 detik. Ulangi langkah tersebut tiga kali dengan kedua kaki. Sementara itu, pada peregangan ini, seseorang dapat memperdalam peregangan dengan memegang pergelangan kaki dan menarik kaki dengan lembut ke arah pinggul yang berlawanan. 
 
- Cara lainnya, berbaringlah di atas permukaan yang rata, seperti lantai berkarpet. Kemudian, letakkan kaki rata di tanah, selebar bahu dan tekuk lutut sekitar 45 derajat. 
 
Lalu, letakkan tangan lurus ke samping tubuh, rata di lantai. Perhatikan perut dan tekan pantat menjadi rata juga di lantai. Kemudian, perlahan dorong dengan tumit dan angkat pantat Anda, turunkan kembali ke lantai. Pada gerakan ini, kepala dan bahu tidak boleh ikut bergerak, biarkan saja berada di lantai. 
 
Seiring waktu, punggung akan benar-benar terlepas dari lantai, dan lutut, pinggul, dan bahu akan membentuk garis lurus. Tahan pose ini selama 10-30 detik dan perlahan-lahan turunkan punggung dan bokong ke bawah. Beristirahatlah selama 15 detik dan ulangi lagi 
 
- Cara ketiga, berbaringlah di lantai, menghadap ke atas. Lalu, tekuk lutut, letakkan kaki rata di lantai. Tarik lembut tombol perut ke arah tulang belakang, kencangkan otot perut. Kemudian, bernapaslah perlahan dan lembut sambil memegangi perut.
 
Tanpa menggerakkan perut atau tulang belakang, perlahan-lahan rentangkan satu kaki lurus hingga rata di lantai. Selanjutnya, pegang kaki lurus hingga 15 detik dan perlahan geser kembali ke posisi bengkok. Ulangi dengan kaki yang satunya.
 

(TIN)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif