Ilustrasi-Pexels
Ilustrasi-Pexels

Tips Mencegah Psoriasis Tidak Kambuh selama Masa Pandemi

Rona kesehatan kulit
Raka Lestari • 15 Mei 2020 19:05
Jakarta: Banyak para penderita psoriasis yang menyadari bahwa selama masa karantina di rumah, psoriasis mereka tersebut lebih mudah kambuh. Psoriasis adalah peradangan pada kulit yang ditandai dengan ruam merah, kulit kering, tebal, bersisik, dan mudah terkelupas. Kondisi ini tentunya cukup mengganggu, sekalipun berada di rumah saja selama masa karantina.
 
Dokter kulit yang berbasis di Connecticut, Rhonda Q. Klein, MD, mengatakan bahwa selama karantina ini mereka yang mengalami psoriasis banyak yang kambuh. Hal itu tidak mengejutkan mengingat tingkat stres yang sedang tinggi saat ini.
 
Menurut National Psoriasis Foundation, meskipun para ahli masih belum mengetahui faktor yang tepat yang dapat menyebabkan psoriasiss, stres terkenal bisa menjadi pemicunya. Pada saat yang sama, psoriasis yang meradang juga dapat menyebabkan seseorang mengalami stres. Hal ini menyebabkan siklus yang membuat seseorang merasa frustasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jika Anda tidak bisa menemui dokter kulit secara langsung selama masa karantina, hal itu juga mungkin bisa menyebabkan peningkatan tingkat stres. Dr Klein juga menambahkan bahwa pada umumnya ia melakukan pemeriksaan melalui telemedicine.
 
Dan untuk membantu pasien psoriasis mengurangi tingkat stres secara keseluruhan, Ava Shamban, MD, seorang dermatology asal California merekomendasikan untuk melakukan meditasi dan melakukan relaksasi. Akan tetapi, sebaiknya tidak melakukan mandi air panas untuk mengurangi ketegangan, meskipun mandi air hangat sangat menggoda untuk meringankan stres.
 
“Mandi air hangat memang cara yang menyenangkan, tetapi usahakan lakukan dengan cepat. Mandi air hangat sebaiknya dalam waktu yang singkat saja karena itu dapat merusak kesehatan kulit Anda,” ujar Dr Shamban.
 
Selain cara tersebut, para dokter kulit juga menyarankan untuk mendapatkan tidur yang cukup, menggunakan baju berbahan katun yang longkar, dan tidak mengonsumsi makanan cepat saji atau instan, dan lebih banyak mengonsumsi makanan yang tidak diproses seperti buah dan sayur.
 
Dr Klein juga merekomendasikan untuk menghilangkan makanan yang bisa menyebabkan inflamasi seperti gula, alkohol, susu dan makanan yang terbuat dair susu. Dan sebagai gantinya, konsumsi lebih banyak makanan yang bersifat anti-inflamasi seperti buah beri, salmon, dan kunyit.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif