Cinta adalah perasaan yang membahagiakan namun tak semua orang ingin merasakannya. (Ilustrasi/Pexels)
Cinta adalah perasaan yang membahagiakan namun tak semua orang ingin merasakannya. (Ilustrasi/Pexels)

Mengatasi Orang yang Takut Jatuh Cinta

Rona psikologi
Kumara Anggita • 16 Januari 2020 11:04
Jakarta: Cinta adalah perasaan yang membahagiakan namun tak semua orang ingin merasakannya. Kondisi ini disebut dengan philophobia. 
 
Dilansir dari Healthline, mereka takut jatuh cinta karena tak mau terhubung secara emosional dengan orang lain. Ini hampir serupa dengan fobia-fobia lainnya terutama yang bersifat sosial.
 
Philophobia memiliki beberapa kesamaan dengan disinhibited social engagement disorder (DSED), kelainan kedekatan pada anak di bawah 18 tahun. DSED mempersulit orang dengan kelainan untuk membentuk hubungan yang mendalam dan bermakna dengan orang lain.  Bila dibiarkan, bisa memberikan dampak yang merugikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk mengatasinya, ada beberapa cara yang bisa diterapkan antara lain:
 
Pengobatan
 
Pilihan pengobatan bervariasi tergantung pada tingkat keparahan fobia. Pilihannya termasuk terapi, pengobatan, perubahan gaya hidup, atau kombinasi dari perawatan.
 
Terapi 
 
Terapi perilaku kognitif dapat membantu orang dengan philophobia mengatasi ketakutan mereka. Mereka akan mengidentifikasi dan mengubah pikiran negatif, kepercayaan, dan reaksi terhadap sumber fobia.
 

Penting untuk memeriksa sumber dari rasa takut dan untuk mengeksplorasi rasa sakit. "Mungkin ada banyak jalan untuk pertumbuhan dalam pengalaman yang hanya dikategorikan sebagai 'terluka' karena penghindaran," kata kata Scott Dehorty (LCSW-C dan direktur eksekutif di Maryland House Detox, Delphi Behavioral Health Group).
 
"Setelah sumber dieksplorasi, beberapa uji realitas dari kemungkinan hubungan di masa depan dapat dilakukan,” lanjutnya.
 
Ajukan pertanyaan seperti:
 
- Bagaimana jika suatu hubungan tidak berhasil?
 
- Apa yang terjadi selanjutnya?
 
- Apakah saya masih baik-baik saja?
 
"Kita sering membuat masalah ini jauh lebih besar dalam imajinasi kita, dan memainkan skenario itu bisa membantu," kata Dehorty. 
 
“Lalu, tetapkan beberapa tujuan kecil, seperti merespons dengan‘ Halo ’jika seseorang berkata to Hai’ kepada Anda, atau bertemu teman atau kolega untuk minum kopi. Ini perlahan-lahan bisa membangun dan akan mulai meredakan ketakutan,” lanjutnya.
 
Obat
 
Dalam beberapa kasus, seorang dokter mungkin meresepkan obat antidepresan atau anti ansietas jika ada masalah kesehatan mental lain yang dapat didiagnosis. Obat-obatan umumnya digunakan dalam kombinasi dengan terapi.
 
Perubahan gaya hidup
 
Dokter  mungkin juga merekomendasikan solusi seperti olahraga, teknik relaksasi, dan strategi perhatian.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif