Coba fokuskan energi pada apa yang ada di depan untuk memperluas ke versi terbaik dari diri kita sendiri. Hal tersebut adalah salah satu cara Anda melepaskan masa lalu. (Foto: Pexels.com)
Coba fokuskan energi pada apa yang ada di depan untuk memperluas ke versi terbaik dari diri kita sendiri. Hal tersebut adalah salah satu cara Anda melepaskan masa lalu. (Foto: Pexels.com)

Tiga Cara Melepaskan Masa Lalu

Rona psikologi
Kumara Anggita • 03 Juni 2019 13:55
Penulis Cassie Mendoza-Jones mengatakan belajar melepaskan masa lalu dapat membantu siapa pun untuk lebih siap menghadapi kegagalan di masa depan. Anda harus hidup melihat situasi dan potensi yang ada di depan sekarang dan memanfaatkan atau menikmatinya.
 

 
Jakarta: Harapan adalah motivasi besar dalam menjalani kehidupan. Ketika itu hilang, patah hati pun tak bisa dihindarkan. Tak mau menerima kenyataan, akhirnya banyak orang tetap menjaga harapan itu dan hidup pada masa lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Awalnya terasa paling tepat, padahal mekanisme inilah yang menghambat potensi lebih besar yang akan datang. Dilansir dari Huffpost masalah dari menahan masa lalu adalah ketidakmauan untuk berurusan dengan kegagalan.
 
Anda mengubur perasaan terhadap suatu masalah dan kemudian membawa perasaan itu secara tidak sadar ke masa kini dan masa depan kita.
 
Belajar melepaskan masa lalu dapat membantu siapa pun untuk lebih siap menghadapi kegagalan di masa depan. Anda harus hidup melihat situasi dan potensi yang ada di depan sekarang dan memanfaatkan atau menikmatinya.
 
"Salah satu cara di mana kita bangkit setelah kegagalan dan berkembang adalah dengan mengintegrasikan semua pelajaran, kalibrasi ulang untuk menemukan pijakan baru, dan berkembang menjadi siapa kita saat ini. Bukan dengan siapa yang kita pikir kita harus bersama kita," kata Penulis Cassie Mendoza-Jones
 
Mendoza-Jones menyarankan menerapkan beberapa cara berikut untuk melewati kegagalan dan melepaskan masa lalu yaitu sebagai berikut:
 
Tiga Cara Melepaskan Masa Lalu
(Belajar melepaskan masa lalu dapat membantu siapa pun untuk lebih siap menghadapi kegagalan di masa depan. Foto: Pexels.com)

1. Tidak apa untuk mengubah pikiran

Walaupun sudah mantap dengan sebuah pemikiran namun bukan berarti Anda harus terus pada rencana tersebut. Sama seperti Anda membuat keputusan tentang apa yang harus dimakan dan apa yang harus dipakai.
 
Anda dapat memilih untuk menghadapi rasa sakit dan kegagalan dengan cara yang lebih peduli dan bersikap lembut terhadap diri sendiri tentang hal itu.
 
"Sama seperti bagaimana Anda bisa memutuskan apa yang akan Anda miliki untuk sarapan di kafe yang disukai, Anda harus memutuskan hari ini bagaimana Anda akan menjaga diri Anda sendiri,” katanya.
 
“Anda harus memutuskan di mana Anda menginvestasikan waktu, energi, dan perhatian Anda dan dengan siapa Anda menghabiskan waktu Anda. Juga harus memutuskan untuk memulai dengan yang baru dan juga mengakui saat-saat di mana segala sesuatunya tidak terasa begitu tepat waktu. Keduanya diperlukan bagi Anda untuk menjadi diri Anda hari ini,” lanjutnya.

2. Hentikan fokus memikirkan masa depan

Anda membuat mekanisme untuk mencegah rasa sakit dengan cara ini namun sesungguhnya ini bisa mengahambat potensi. Orang yang melakukan ini justru hanya membuang-buang energi. Coba fokuskan energi pada apa yang ada di depan.
 
“Untuk memperluas ke versi terbaik dari diri kita sendiri, tantangan, dan kegagalan serta kekurangan dan semuanya artinya kita harus hidup di saat ini,” katanya.
 
"Saya mengatakan ini sebagai seseorang yang dikenal untuk perjalanan masa depan ketika saya merasa tidak seimbang atau khawatir, jadi saya mengerti. Ketika kita khawatir, kita memikirkan masa depan karena kita pikir ini akan membantu kita memecahkan beberapa masalah yang belum muncul,“ lanjutnya.

3. Percayalah Anda di tempat terbaik

Mendoza-Jones percaya apapaun yang Anda hadapi sekarang, Anda berada di tempat yang seharusnya. Inilah jalan terbaik.
 
"Segala sesuatu memiliki cara yang lucu untuk menyelesaikannya, dan jika itu tidak berhasil, itu juga tidak apa-apa. Ada begitu banyak sukacita yang ditemukan karena tidak mengatur hidup kita secara mikro."
 
"Anda akan menemukan lebih banyak aliran ketika Anda hanya lepaskan persepsi kaku pikiran Anda tentang di mana Anda pikir seharusnya,” tuturnya.
 
"Beradalah di sini, sekarang, hari ini, dan hargai diri Anda untuk posisi Anda saat ini. Hanya dari ruang inilah Anda dapat mengambil tindakan yang selaras dan bergerak maju. Hanya dengan pola pikir ini Anda dapat memercayai dan menyerah pada rencana yang lebih besar," lanjutnya.
 
Memang tidak mudah untuk selalu sadar hidup pada masa sekarang. Namun jika Anda mampu mengendalikan itu, percayalah jalan menuju kebahagiaan akan lebih dekat.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif