Konferensi pers Penggunaan bumbu penyedap rasa kepada masyarakat dengan melakukan kerja sama edukasi bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia. (Foto: Krispen/Medcom.id)
Konferensi pers Penggunaan bumbu penyedap rasa kepada masyarakat dengan melakukan kerja sama edukasi bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia. (Foto: Krispen/Medcom.id)

MSG tak Membahayakan Kesehatan, Pahami Faktanya

Rona tips kesehatan
Sunnaholomi Halakrispen • 05 Februari 2020 17:02
Jakarta: MSG (monosodium glutamate) atau vetsin atau biasa disebut mecin merupakan penyedap rasa. Ada sejumlah fakta untuk menjelaskan bahwa mengonsumsi MSG tidak berbahaya bagi kesehatan.
 
Secara kimia, MSG berbentuk seperti bubuk crystalline berwarna putih yang mengandung 78 persen asam glutamat serta 22 persen gabungan dari sodium dan air. Hal tersebut dijelaskan oleh Prof. DR. Dr. Nurpudji A. Taslim, MPH, Sp.GK(K) selaku Ketua Umum PDGKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia).
 
Asam glutamat yang terkandung dalam MSG tidak memiliki perbedaan dengan asam glutamat yang terkandung dalam tubuh manusia. Sama juga dalam bahan-bahan makanan alami seperti keju, ekstrak kacang kedelai, dan tomat.
 
"Manfaat MSG itu kan mengubah cita rasa, menciptakan rasa umami dalam bahasa Jepang yang artinya gurih. Jadi anak-anak yang hilang nafsu makannya itu kalau makan sedikit enggak apa-apa," ujar Prof. Nurpudji di Restoran Seribu Rasa Gunawarman, Jakarta Selatan, Rabu, 5 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Prof. Nurpudji menekankan, World Health Organization (WHO) pun menetapkan bahwa mengonsumsi glutamat tidak membahayakan kesehatan manusia. Sementara itu, setiap negara memiliki standar yang berbeda untuk penggunaan penyedap rasa makanan yang aman.
 
Pada negara-negara di Uni Eropa, tidak terdapat asupan harian spesifik yang dapat diterima mengenai asam amino dan glutamat sebagai penyedap rasa makanan. Namun, penggunaan yang disarankan sebatas 4-6 gram per harinya, dengan memerhatikan pola makan gizi seimbang.
 
"Dosis aman itu hanya mengonsumsi MSG sekitar 4-6 gram per hari," tambahnya.
 
Tidak disarankan mengonsumsi MSG secara berlebihan. Sebab, jika nafsu makan bertambah secara berlebih, akan menghentikan kerja hormon leptin. Padahal, hormon leptin berfungsi untuk mengatur nafsu makan dan berhubungan dengan metabolisme.
 
"Jika kenyang, hormonnya berhenti, tapi ini yang terjadi karena selalu seperti itu, jadilah resisten. Ini yang terjadi pada orang yang gemuk-gemuk. Kalau gemuk, bisa naik kolesterolnya," jelasnya.
 
Bisa juga memengaruhi kondisi jantung, tekanan darah, serta penyakit degeneratif semakin tinggi jika makan dengan berlebih. Semua penyakit, termasuk ketika mengalami gangguan hati berat.
 
"Itu semua yang mengandung natrium harus dihindari, bukan cuma MSG. Apapun itu yang kita konsumsi secara berlebih pasti dampaknya buruk, apalagi MSG," pungkasnya.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif