Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI Anung Sugihantono di Kantor Badan Litbangkes, Kemenkes, Jakarta Pusat.. (Medcom.iid/Sunnaholomi Halakrispen)
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI Anung Sugihantono di Kantor Badan Litbangkes, Kemenkes, Jakarta Pusat.. (Medcom.iid/Sunnaholomi Halakrispen)

Rencana Penanganan Limbah WNI yang Diobservasi di Natuna

Rona Virus Korona Coronavirus
Sunnaholomi Halakrispen • 12 Februari 2020 14:34
Jakarta: Sebanyak 238 WNI (Warga Negara Indonesia) diobservasi atau dikarantina di Natuna. Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) mengungkapkan akan menangani seluruh limbah dari ratusan WNI tersebut dengan memusnahkannya.
 
Pemusnahan akan dilakukan sesuai dengan tatanan yang berlaku di Kemenkes. Terlebih, jika terdapat limbah yang terpapar novel coronavirus (2019-nCoV) atau yang kini dinamakan dengan Covid-19.
 
"Tidak berharap ya (limbahnya ada virus). Tapi kalau ada, ya desinfektan, seperti kita mengelola limbah. Limbah itu kan idealnya dibakar dengan suhu di atas 100 derajat celcius, tapi ini belum terlalu konkret," ujar Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI Anung Sugihantono di Kantor Badan Litbangkes, Kemenkes, Jakarta Pusat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia memaparkan bahwa pihaknya masih terus mengikuti perkembangan ilmu terkait Covid-19. Sekaligus juga menyiapkan kondisi-kondisi yang memungkinkan terjadi dan dilakukan di Indonesia.
 
Sementara masih dikaji, hingga saat ini diakuinya belum ada keputusan pasti soal bagaimana skema atau alur pemusnahan limbah tersebut. Akan tetapi, penanganan limbah akan dilakukan hingga dua tahap.
 
"Limbah itu kita kelola sampai dua tahap. Yang di dalam itu kita masukkan autoclave, tapi itu suhunya enggak maksimal. Tapi itu sudah aman. Suhunya sudah 315 jadi kan sudah aman. Maksudnya sudah tidak ada kontaminan lain," paparnya.
 
Selanjutnya, dimasukkan ke dalam tas hitam, yang nantinya akan dihancurkan di rumah sakit dengan degenerator yang memiliki suhu lebih tinggi.
 
Sedangkan untuk limbah cairnya, berbeda penanganan. Limbah cair akan diberikan desinfeksi, agar penyebab penyakit bisa termusnahkan. Limbah lain yang kecil, seperti tisu yang digunakan usai makan, juga akan ditangani.
 
"Itu kemudian kita kumpulin dikasih desinfektan dulu, setelah itu dikubur dengan kedalaman tertentu di lingkungan hanggar kontaminan2nya sudah tidak ada lagi. Itu yang kita lakukan untuk yang di Natuna," paparnya.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif