Presiden Jokowi (Foto: MI/Agus Mulyawan)
Presiden Jokowi (Foto: MI/Agus Mulyawan)

Jokowi Jelaskan Keampuhan Klorokuin untuk Pasien Covid-19

Rona Virus Korona virus corona covid-19
A. Firdaus • 23 Maret 2020 10:59
Jakarta: Pro kontra penggunaan klorokuin terus beredar luas. Obat klorokuin dianggap menjadi salah satu anti-virus untuk menyembuhkan virus korona (covid-19).
 
Sempat dikatakan hoaks, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengklarifikasi pernyataan terkait klorokuin yang dapat menyembuhkan pasien positif korona.
 
Atas adanya info terbaru, bahwa klorokuin telah melewati uji klinis dan direkomendasikan untuk penyembuhan covid-19, maka stempel hoaks pun dicabut kominfo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dengan adanya informasi terbaru yang dirilis tanggal 16 Maret 2020 bahwa ternyata Klorokuin direkomendasikan untuk menjadi bagian dalam proses penyembuhan Covid-19 dan telah melewati uji klinis terhadap 100 pasien di 10 rumah sakit di Tiongkok, maka stempel disinformasi pada tanggal 15 Maret 2020 kami cabut," demikian kutipan yang dilansir dari laman kominfo.go.id.
 
Sebelumnya, lewat pernyataan resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tanggal 20 Februari 2020, Janet Diaz sebagai Kepala Perawatan Klinis dalam Program Emergensi WHO, menyatakan bahwa pihaknya belum memiliki bukti bahwa klorokuin dapat menyembuhkan pasien Covid-19.
 
Akan tetapi beberapa saat yang lalu, Presiden Joko Widodo memberi pernyataan tentang obat klorokuin ini. Jokowi mengatakan kalau klorokuin bukan obat utama, melainkan second line. Sebab anti-virus covid-19 belum ditemukan.
 
"Klorokuin ini adalah bukan obat first line tetapi obat second line, karena obat covid-19 ini belum ada dan juga belum ada anti-virusnya," ujar Jokowi saat melakukan konferensi pers usai mengunjungi rumah sakit darurat Wisma Atlet, Senin 23 Maret.
 
Tetapi dalam pengalaman beberapa negara, masih menurut Jokowi, klorokuin ini juga digunakan dan banyak pasien covid-19 yang sembuh dan membaik kondisinya. Obat ini juga bukan obat bebas, jadi penggunaannya pun harus melalui resep dokter.
 
"Pemerintah telah memiliki stok 3 juta (klorokuin), jadi untuk pasien covid-19 yang ada di rumah sakit, jika dianggap dokter yang merawatnya klorokuin ini cocok untuk pasien tersebut, pasti akan diberikan," pungkas Jokowi.
 
Sejatinya, klorokuin adalah obat yang digunakan untuk mencegah dan mengobati malaria. Klorokuin bersifat sisontosida darah dan gametosida P.vivax dan P. malariae. Jokowi menyebut obat klorokuin merupakan produksi dalam negeri, tepatnya diproduksi oleh PT. Kimia Farma Tbk.
 

 
(FIR)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif