Pasien yang menderita cedera berat berisiko tinggi dirawat di rumah sakit dengan diagnosa kesehatan mental di tahun-tahun setelah cedera. (Foto: Bruno Carvera/Unsplash.com)
Pasien yang menderita cedera berat berisiko tinggi dirawat di rumah sakit dengan diagnosa kesehatan mental di tahun-tahun setelah cedera. (Foto: Bruno Carvera/Unsplash.com)

Studi: Cedera Berat Berkaitan dengan Masalah Kesehatan Mental

Rona kesehatan
Raka Lestari • 22 November 2018 14:35
Jakarta: Temuan dari penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa cedera traumatik utama atau yang sering disebut sebagai major traumatic injury seperti kecelakaan mobil dan jatuh, dapat meningkatkan risiko masalah pada kesehatan mental dan bahkan bunuh diri. Penelitian ini telah dipublikasikan di CMAJ (Canadian Medical Association Journal). 
 
"Trauma yang hebat dikaitkan dengan peningkatan kemungkinan seseorang masuk rumah sakit karena masalah kesehatan mental sebesar 40 persen," ujar Dr Christopher Evans dari Queen's University, Kingston, Ontario.  
 
"Diagnosa kesehatan mental yang paling umum adalah penyalahgunaan alkohol, gangguan penyalahgunaan narkoba dan gangguan depresi besar lainnya." 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meskipun memang masih ada sedikit studi tentang hubungan antara cedera besar dan masalah kesehatan mental di kemudian hari. 
 
(Baca juga: Mengapa Kesehatan Mental Remaja Harus Menjadi Fokus Orang Tua?)
 
Studi: Cedera Berat Berkaitan dengan Masalah Kesehatan Mental
("Trauma yang hebat dikaitkan dengan peningkatan kemungkinan seseorang masuk rumah sakit karena masalah kesehatan mental sebesar 40 persen," ujar Dr Christopher Evans dari Queen's University, Kingston, Ontario. Foto: Warren Wong/Unsplash.com)
 
Studi ini didasarkan pada lebih dari 19.000 pasien di Ontario. dan hasilnya menunjukkan bahwa jenis kelamin pria, status sosial ekonomi rendah, tempat tinggal pedesaan, pernah mengalami cedera kecelakaan dan operasi dikaitkan dengan penerimaan yang lebih tinggi untuk masalah kesehatan mental. 
 
Bunuh diri juga lebih tinggi pada orang-orang dengan cedera fisik besar, dengan 70 kasus bunuh diri per 100.000 pasien per tahun dibandingkan 11,5 kasus bunuh diri per 100.000 pasien dalam populasi umum. 
 
"Pasien yang menderita cedera berat berisiko tinggi dirawat di rumah sakit dengan diagnosa kesehatan mental di tahun-tahun setelah cedera dan memiliki tingkat bunuh diri yang tinggi selama periode ini," tutur Dr Evans. 
 
Untuk itu para peneliti pada studi tersebut menganjurkan bahwa dukungan kesehatan mental harus ditawarkan kepada semua korban trauma, dengan perhatian khusus pada pasien berisiko tinggi, termasuk anak-anak dan remaja.
 


 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi