Buta warna memengaruhi delapan persen dari populasi pria dan 0,4 persen wanita. (Foto: Pexels.com)
Buta warna memengaruhi delapan persen dari populasi pria dan 0,4 persen wanita. (Foto: Pexels.com)

Ketahui Kondisi dan Penyebab Buta Warna

Rona kesehatan mata
Torie Natalova • 29 Mei 2019 14:07
Buta warna mempengaruhi delapan persen dari populasi pria dan 0,4 persen wanita. Mereka yang kekurangan warna sebenarnya masih melihat warna tetapi mungkin terlihat berbeda dengan cara orang normal lain melihatnya. Cara mendiagnosis buta warna menggunakan pemeriksaan penglihatan warna dan bisa dilakukan di ahli kacamata sebagai bagian dari tes mata rutin.
 

 
Jakarta: Pernahkah Anda atau anak Anda didiagnosis mengalami buta warna? Kekurangan penglihatan terhadap warna atau buta warna biasanya bersifat genetik. Ini berarti kemungkinan dapat terjadi pada lingkungan keluarga Anda.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Walaupun sulit untuk mengidentifikasi atau membedakan antara warna, buta warna jarang menjadi penanda adanya masalah serius. Umumnya, buta warna hanya menyebabkan gangguan yang kecil pada kehidupan seseorang.
 
Ahli optologi Dr Clare O'Donnell menjelaskan, penerimaan warna pada mata normalnya terjadi karena cahaya melewati kornea, lensa dan cairan viterus (jeli mata) dan kemudian difokuskan pada retina, yang merupakan film tempat gambar diproyeksikan.
 
Di dalam retina terdapat sel fotoreseptor yang mendeteksi cahaya. Sel-sel fotoreseptor mengubah cahaya menjadi pulsa saraf yang diproses oleh sel-sel saraf lain di dalam retina sebelum dikirim ke otak melalui saraf optik.
 
Clare menjelaskan, ada dua jenis fotoreseptor di retina yaitu batang dan kerucut. Batang hanya sensitif pada penglihatan warna. Kerucut digunakan untuk penglihatan warna resolusi tinggi. Ada tiga warna kerucut yaitu merah, hijau dan biru seperti warna pada layar televisi.
 
Ketahui Kondisi dan Penyebab Buta Warna
(Buta warna mempengaruhi delapam persen dari populasi pria dan 0,4 persen wanita. Foto: Pexels.com)
 
Buta warna memengaruhi delapan persen dari populasi pria dan 0,4 persen wanita. Perbedaan pria atau wanita ini karena gen yang mengode pigmen kerucut merah terletak pada kromosom X. Menurut Clare, kebutaan warna sebenarnya jarang terjadi dan biasanya mereka yang kurang dapat melihat warna disebut kekurangan penglihatan warna.
 
Mereka yang kekurangan warna sebenarnya masih melihat warna tetapi mungkin terlihat berbeda dengan cara orang normal lain melihatnya. Bagi mereka, warna-warna tertentu sulit untuk dibedakan atau terlihat buram. Ada dua jenis utama kekurangan warna yaitu merah-hijau dan biru-kuning.
 
Cara mendiagnosis buta warna menggunakan pemeriksaan penglihatan warna dan bisa dilakukan di ahli kacamata sebagai bagian dari tes mata rutin. Tes yang paling umum digunakan adalah melihat serangkaian halaman dengan simbol titik berwarna dengan latar belakang titik-titik berwarna.
 
Orang dengan kekurangan penglihatan warna merah dan hijau cenderung melihat simbol-simbol ini dengan latar belakang sehingga tidak terlihat. Namun, dalam kebanyakan kasus buta warna tidak akan bertambah buruk dari waktu ke waktu dan tidak memengaruhi kemampuan untuk menjalani aktivitas.
 
Tetapi, untuk beberapa pekerjaan di mana buta warna dapat memiliki implikasi keselamatan serius, ini akan menjadi masalah. Beberapa pekerjaan yang biasanya membutuhkan penglihatan warna seperti pilot, tukang listrik, atau masinis.
 
Apabila Anda mulai melihat warna secara berbeda di kemudian hari, penting untuk menemui segera dokter mata. Beberapa kondisi mata seperti glaukoma, retinitis pigmentosa, kondisi lain yang pengaruhi saraf bagian belakang mata atau masalah kesehatan seperti diabetes, mungkin dapat mengembangkan kebutaan warna di kemudian hari.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif