peluncuran buku panduan berjudul “Sampahku, Tanggungjawabku”. (Foto: Deden M Rojani/Medcom.id)
peluncuran buku panduan berjudul “Sampahku, Tanggungjawabku”. (Foto: Deden M Rojani/Medcom.id)

Kemendikbud: Pentingnya Cinta Lingkungan Sejak Dini

Rona sampah
Medcom • 28 November 2019 06:00
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menyambut baik peluncuran buku panduan pengelolaan sampah. Buku tersebut dikeluarkan oleh Danone-Aqua yang diperuntukkan bagi guru dan siswa sekolah dasar.
 
Kemendikbud RI turut terlibat dalam pembuatan buku tersebut. Hal ini demi memastikan sejalan dan dapat terintegrasi dengan muatan Kemaritiman dalam Kurikulum 2013.
 
Direktur Pembinaan Sekolah Dasar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dr. H. Khamim, M.Pd., mengatakan, Kemendikbud sadar bahwa pendidikan sejak usia dini berperan penting dalam membentuk perilaku anak. Termasuk dalam menjaga dan melestarikan lingkungan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Oleh karena itu, kami menyambut baik ajakan kolaborasi dari Kementerian Bidang Kemaritiman dan Investasi, pihak swasta, maupun lembaga swadaya masyarakat, dalam upaya memajukan pendidikan tentang pelestarian lingkungan.” kata Khamim saat peluncuran buku panduan berjudul “Sampahku, Tanggungjawabku” tempo hari.
 
Presiden Direktur Danone-AQUA, Corine Tap mengatakan, Universitas Indonesia dan Yayasan Lentera Anak juga memainkan peran penting dalam tahap penyusunan buku panduan tersebut.
 
Universitas Indonesia terlibat dalam mengembangkan materi pengayaan untuk guru. Sementara Yayasan Lentera Anak terlibat dalam mengembangkan materi pembelajaran ramah anak.
 
“Gabungan materi komprehensif yang dihasilkan keduanya diharapkan dapat mendorong Iebih banyak siswa sekolah dasar untuk menerapkan kebiasaan 3R dan berkontribusi dalam upaya menjadikan Indonesia Iebih bersih,” terangnya.
 
Corine menjelaskan pada fase awal peluncuran buku, Danone-AQUA bersama Universitas Indonesia dan Yayasan Lentera Anak akan melakukan Training of Trainers (ToT) yang melibatkan 150 guru perwakilan 75 sekolah dari 20 provinsi di Indonesia. Tujuan ToT tersebut adalah untuk memperkenalkan serta berbagi praktik terbaik dalam mengimplementasikan buku Sampahku, Tanggung Jawabku kepada guru-guru sekolah dasar.
 
“Sesi pelatihan berlangsung selama dua hari di Jakarta dari tanggal 25-26 November 2019,” ujarnya.
 
Selain Iewat pendidikan, gerakan #BijakBerplastik Danone-AQUA juga ditunjang dengan pengembangan sarana infrastruktur pendukung seperti unit bisnis daur ulang, penyediaan dropboxes untuk mengumpulkan sampah plastik, kolaborasi multipihak seperti inisiatif #BottleZFashion. hingga peluncuran AQUA LIFE yang 100% terbuat dari plastik daur ulang sebagai manifesto pilar inovasi #BijakBerplastik.
 
Terkait pendidikan usia dini, Danone-AQUA sebelumnya telah bekerja sama dengan Indonesian Hydration Working Group (IHWG) untuk mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) melalui program Ayo Minum Air (AMIR) agar dapat memastikan hidrasi sehat di kalangan pelajar.
 
Deden M Rojani
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif