Selain dapat membantu menurunkan berat badan, protein juga dapat memiliki efek yang penting pada tubuh karena memberikan asam amino yang baik untuk memperbaiki dan memelihara otot. (Ilustrasi/Pexels)
Selain dapat membantu menurunkan berat badan, protein juga dapat memiliki efek yang penting pada tubuh karena memberikan asam amino yang baik untuk memperbaiki dan memelihara otot. (Ilustrasi/Pexels)

Efek Negatif Mengonsumsi Protein Berlebihan

Rona protein
Raka Lestari • 14 Agustus 2020 10:01
Jakarta: Selain dapat membantu menurunkan berat badan, protein juga dapat memiliki efek yang penting pada tubuh karena memberikan asam amino yang baik untuk memperbaiki dan memelihara otot. Beberapa orang mungkin mendapatkan asupan protein terlalu sedikit, tetapi bisa juga mengalami kelebihan protein.
 
Seperti dilansir Thelist, mengonsumsi protein berlebihan menyebabkan efek negatif, berikut inilah dampak yang akan terjadi:

Dapat menaikkan berat badan 

Meskipun diet tinggi protein mungkin penting untuk menurunkan berat badan, makan terlalu banyak protein berarti Anda akan mengisi tubuh Anda dengan kalori yang tidak diperlukan.
 
Liz Weinandy, ahli diet terdaftar di Ohio State Wexner Medical Center mengatakan, meskipun diet protein tinggi telah terbukti membantu beberapa orang menurunkan berat badan, jika Anda meningkatkan kalori secara keseluruhan, tidak peduli dari mana asalnya. "Kalori ekstra itu bisa diubah menjadi lemak tubuh dan menaikkan berat badan,” katanya.

Mengalami gangguan pada perut

Menurut Mayo Clinic, jika Anda mengonsumsi makanan protein tinggi dalam jangka waktu yang lama kemungkinan anda bisa kurang konsumsi karbohidrat. Hal ini dapat menyebabkan Anda kekurangan nutrisi, yang pada akhirnya dapat menyebabkan masalah seperti sembelit dan diare. Tanpa serat yang cukup, Anda cenderung mengalami sembelit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, makan terlalu banyak produk susu kaya protein juga dapat menyebabkan diare terutama jika Anda tidak toleran terhadap laktosa.

Dapat menyebabkan sakit ginjal

"Meskipun ini normal, jika kita makan protein dalam jumlah yang sangat besar terutama untuk waktu yang lama, itu dapat membuat stres ginjal," kata Weinandy.
 
"Untuk orang-orang yang mungkin mengalami tekanan darah tinggi atau diabetes selama bertahun-tahun atau menggunakan obat yang keras untuk ginjal, menambahkan protein dalam jumlah besar ke salah satu kondisi ini dapat benar-benar membuat ginjal stres," ujarnya.
 
Jika Anda ragu untuk menghentikan diet protein Anda, Weinandy merekomendasikan untuk memasukkan lebih banyak protein nabati, termasuk lentil dan kacang-kacangan, yang lebih lembut untuk dicerna ginjal.
 

 
(YDH)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif