Ini Alasan Kenapa Pria Senang dengan Barang Mahal

Sri Yanti Nainggolan 05 Juli 2018 14:44 WIB
survei
Ini Alasan Kenapa Pria Senang dengan Barang Mahal
(Foto: The Independent)
Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa pria dengan kadar testosteron yang tinggi cenderung membeli barang mewah seperti mobil dan jam tangan mahal.

Penelitian yang dilakukan di University of Pennsylvania tersebut mengklaim bahwa daya tarik produk bermerek kelas atas lebih tinggi dibandingkan produk murah.

Tim pemasaran dalam penelitian tersebut mengukur preferensi pembelian 243 pria antara berusia 18-55 tahun. Setiap peserta diberi gel untuk dioleskan pada tubuh mereka; beberapa diberikan gel yang mengandung testosteron sementara yang lain menerima plasebo.


Dalam tugas pertama, para partisipan ditunjukkan logo merek pakaian bermerek terkenal dan yang tidak, kemudian diminta untuk memilih preferensi. Kualitas produk yang ditawarkan oleh merek mungkin serupa tetapi status yang dirasakan berbeda karena pemasaran. 

Partisipan yang menggunakan gel mengandung testosteron lebih cenderung memilih merek status yang lebih tinggi.

Dalam percobaan kedua, para pria itu disajikan dengan deskripsi berbagai produk, dari kacamata hitam hingga mesin kopi, beberapa di antaranya dipasarkan sebagai berkualitas tinggi, yang lain sebagai penambah kekuatan dan peningkatan status.

Mereka yang menerima gel testosteron lebih mungkin bereaksi positif terhadap barang yang digambarkan sebagai peningkatan status dibandingkan mereka yang telah menerapkan placebo.

Para peneliti menyimpulkan bahwa peningkatan kadar testosteron menyebabkan peningkatan keinginan laki-laki untuk mempromosikan status sosial mereka melalui konsumsi barang-barang.

Ini bisa disejajarkan dengan kebiasaan di kerajaan hewan, kata mereka.

Misalnya, hewan dengan bulu warna-warni dan ekor yang menonjol, fitur yang menarik pasangan dan meningkatkan kecenderungan mereka untuk bertahan hidup.

Sementara itu, pria mungkin menyampaikan status melalui peralatan berteknologi canggih dan pakaian desainer, sebuah kecenderungan yang menurut penelitian dipicu oleh tingkat testosteron yang meningkat.

"Dalam beberapa hal ini mirip dengan seseorang mengendarai limo atau Hummer atau Ferrari. Ini adalah cara untuk menunjukkan atau memberi sinyal bahwa Anda mampu melakukannya," jelas penulis utama Gideon Nave.

Nave menambahkan, temuan tersebut bisa menjadi signifikan bagi pemasar dalam hal memahami perilaku konsumen dan menyesuaikan strategi mereka sesuai, yang mencatat bahwa kadar testosteron secara alami meningkat pada pria selama keadaan seperti acara olahraga besar, wisuda atau perceraian.

Lihat video:






(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id