Dari lima platform populer, Instagram pada akhirnya terpilih sebagai aplikasi paling berbahaya bagi kesehatan mental kaum muda. (Foto: Gian Cescon/Unsplash.com)
Dari lima platform populer, Instagram pada akhirnya terpilih sebagai aplikasi paling berbahaya bagi kesehatan mental kaum muda. (Foto: Gian Cescon/Unsplash.com)

Penelitian: Instagram, Platform Media Sosial Terburuk Buat Kesehatan Mental

Rona penelitian psikologi kesehatan mental
Dhaifurrakhman Abas • 15 Januari 2019 16:23
Jakarta: Apakah Anda termasuk orang yang rutin menggunakan aplikasi Instagram? Jika iya, sebaiknya Anda membaca artikel ini sampai habis.
 
Dinukil dari Timesofindia, Instagram dinobatkan sebagai platform media sosial paling merusak mental. Hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan Royal Society for Public Health and Young Health Movement (RSPH).
 
"Instagram adalah media sosial terburuk untuk kesehatan mental, sementara Snapchat berada di urutan kedua," kata Shirley Cramer, kepala eksekutif RSPH, dikutip Times of India.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Predikat itu diberikan setelah RSPH melakukan survei pada 1.500 remaja di Inggris. Peserta peneliti yang berusia antara 14 hingga 24 tahun itu diberikan pertanyaan berkaitan dengan dampak media sosial terhadap kualitas tidur, kecemasan, depresi, ketakutan ketinggalan informasi (FOMO) dan pandangan terhadap citra tubuh.
 
"Lima platform media sosial yang sangat populer, termasuk Facebook, Instagram, Snapchat, YouTube dan Twitter," ujarnya.
 
(Baca juga: Manfaat Free Time bagi Kesehatan Mental Anda)
 

(Dinukil dari Timesofindia, Instagram dinobatkan sebagai platform media sosial paling merusak mental. Hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan Royal Society for Public Health and Young Health Movement (RSPH). Foto: Jakob Owens/Unsplash.com)
 
Dari lima platform populer ini, Instagram pada akhirnya terpilih sebagai aplikasi paling berbahaya bagi kesehatan mental kaum muda. Sementara YouTube dianggap yang paling memberikan dampak postitif.
 
Lantas, apa yang salah dari Instagram? Kata Cramer, masalah terbesar dari Instagram bisa membuat kaum muda, khususnya perempuan merasa tidak percaya diri dengan tubuh mereka sendiri. Contohnya saja saat mereka ingin mengunggah foto di Instagram.
 
Mereka melakukan pengeditan terhadap foto-foto mereka sebelum diunggah ke Instagram. Memilih filter foto yang ciamik untuk menutupi rasa tidak percaya diri terhadap citra tubuh.
 
Hal ini dilakukan semata-mata hanya ingin terlihat sempurna di Instagram. Ini juga didasarkan kepentingan unggahan foto yang umumnya mengharapkan likes dan komentar baik dari para followers-nya.
 
"Remaja dan dewasa muda, secara khusus menginginkan klik foto. Mengakibatkan mereka menghabiskan banyak waktu untuk memilih filter yang benar," ujarnya.
 
Selain itu, Instagram juga memberikan dorongan saling membandingkan diri dengan orang lain. Survei menunjukkan jika banyak pengguna Instagram merasa sedih atau putus asa setelah melihat kehidupan orang lain yang tampak lebih bahagia maupun sukses di Instagram.
 
"Media sosial sudah sangat mengakar pada kehidupan orang-orang muda. Tak lagi bisa diabaikan jika kita berbicara mengenai masalah kesehatan mental pada penggunanya," ungkapnya.
 
Meski begitu, dampak positif penggunaan media sosial tak boleh dilupakan juga. Hanya saja penggunannya bisa memanfaatkan media sosial Instagram dengan cara positif dan bijak.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi