Cara Ini Bikin Anda Mudah Tertidur Saat Alami Kecemasan

Raka Lestari 09 November 2018 07:39 WIB
psikologi
Cara Ini Bikin Anda Mudah Tertidur Saat Alami Kecemasan
Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan agar bisa tidur saat alami kecemasan. (Foto: Thought Catalog/Unsplash.com)
Jakarta: Anxiety atau kecemasan berlebih terkadang bisa menyebabkan seseorang mengalami kesulitan untuk tertidur. Padahal, tidur merupakan bagian yang sangat penting dan sangat bermanfaat bagi tubuh. 

Ada banyak penyakit yang dikaitkan dengan kurangnya waktu tidur. Untuk mengatasi kurangnya tidur yang disebabkan oleh kecemasan, Anda harus memahami dari mana kecemasan itu berasal dari awal.   

Dr Michel Mennesson, M.D., seorang psikiater di Akademi Newport, menjelaskan bahwa kecemasan adalah pemikiran yang berdasarkan rasa takut, dan rasa takut yang tertanam itu dapat diterjemahkan menjadi sinyal bahaya bagi pikiran dan tubuh. 


"Dan di dalam hidup kita, rasa takut melindungi kita dari bahaya nyata dan membuat kita tetap terjaga," kata Dr Mennesson kepada Elite Daily.

Untuk itu, Anda hanya perlu mengetahui bagaimana cara untuk mengatasi kecemasan Anda tersebut. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan.

1. Tidak memainkan ponsel Anda
Daripada secara naluri meraih ponsel Anda, atau melirik jam untuk menghitung berapa banyak tidur yang Anda lewatkan, Menismon menyarankan untuk menjauhi elektronik sama sekali. 

"Sebaiknya bangun dari tempat tidur jika Anda tidak dapat kembali tidur setelah beberapa saat," katanya. Daripada mengotak-atik komputer atau menjelajahi media sosial, Mennesson menyarankan untuk mengambil sebuah buku atau membaca majalah. "Saat Anda merasa mengantuk lagi, kembali ke tempat tidur," katanya.

2. Menulis
Seseorang yang mengalami kecemasan sering memiliki banyak pemikiran pada satu waktu sehingga sulit untuk mengatasinya. Dan jika pikiran-pikiran ini cukup mengganggu dan membuat Anda terjaga di malam hari, mungkin lebih baik untuk mengeluarkannya di atas kertas. 

"Tulis tentang kecemasan Anda dan lakukan yang terbaik untuk menghilangkan rasa ketakutan Anda tersebut dan biarkan ketakutan-ketakutan Anda berada dalam tulisan Anda tersebut," kata Mennesson. Dengan cara ini, mereka akan keluar dari pikiran Anda dan menghilang. 


(Dr Michel Mennesson, M.D., seorang psikiater di Akademi Newport, menjelaskan bahwa kecemasan adalah pemikiran yang berdasarkan rasa takut, dan rasa takut yang tertanam itu dapat diterjemahkan menjadi sinyal bahaya bagi pikiran dan tubuh. Foto: Fernando/Unsplash.com)

(Baca juga: Tips Mengatasi Rasa Cemas di Minggu Malam)

3. Jangan menggunakan makanan sebagai pelarian
Ketika merasa sulit tidur, Anda akan dengan mudah memilih makanan-makanan yang bisa membuat Anda merasa nyaman. Dan seringkali, makanan-makanan yang dipilih merupakan makanan dengan kandungan gula yang tinggi. 

Namun Mennesson mengatakan bahwa makanan ringan bergula ini mungkin tidak akan membantu mengurangi kecemasan Anda. "Berhenti makan setidaknya satu jam sebelum tidur, dan pilihlah makanan berprotein atau buah untuk camilan terakhir Anda," katanya. 

"Makanan olahan, makanan yang mengandung gula akan meningkat dan kemudian merusak gula darah Anda, sehingga kemungkinan besar Anda akan bangun pada malam hari."

4. Pilih makanan dengan kandungan magnesium tinggi
Ada makanan tertentu yang membantu Anda tidur, dan makanan yang mengganggu tidur. Menurut Danielle Keith, seorang pelatih kesehatan holistik dan pendiri CodeGreen Wellness, "Magnesium memiliki efek menenangkan, kecemasan, dan menghilangkan stres alami," kata Keith kepada Elite Daily.

Makanan seperti alpukat, cokelat hitam, kacang-kacangan, biji-bijian, dan kacang-kacangan semuanya mengandung mineral esensial yang berlimpah. 

5. Pilih minuman hangat
Ketika sulit tertidur karena rasa cemas yang Anda alami, cobalah untuk memilih minuman yang hangat dan diminum secara perlahan-lahan. Hal ini bisa memperlambat gerakan Anda yang pada gilirannya dapat memperlambat pikiran Anda. Namun sebaiknya memilih minumamn hangat yang tidak mengandung kafein. 






(TIN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id