Tidak menutup kemungkinan akan ada cluster baru, apabila tidak disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. (Foto: Pexels.com)
Tidak menutup kemungkinan akan ada cluster baru, apabila tidak disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. (Foto: Pexels.com)

Kemenkes Ungkap Cara Cegah Cluster Baru Covid-19

Rona covid-19
Sunnaholomi Halakrispen • 07 Juli 2020 17:11
Jakarta: Pandemi covid-19 masih terjadi, begitupun angka penyebaran kasus di Indonesia. Namun, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk mencegah cluster baru penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit covid-19.
 
Untuk mencegah terjadinya epicentrum atau cluster baru terkait covid-19, perlu dilakukan protokol kesehatan umum atau khusus. Kemudian, protokol kegiatan untuk mendukung penerapan protokol kesehatan. 
 
Sebab, protokol kesehatan wajib diterapkan seluruh masyarakat Indonesia. Hal itu disampaikan oleh Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI, dr. Imran Agus Nurali, Sp.KO.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bagaimana dari rumah, di perjalanan, dan bagaimana ketika sampai di tempat kerja, lalu proses kembali pulang ke rumah masing-masing. Itu harus didisiplinkan," ujar dr. Imran dalam webinar bersama Indonesia Hygiene Forum.
 
Kemenkes Ungkap Cara Cegah Cluster Baru Covid-19
(Webinar Kemenkes bersama dengan Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI, dr. Imran Agus Nurali, Sp.KO. Foto: Dok. Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen)
 
Ia menekankan, tidak menutup kemungkinan akan ada cluster baru, apabila tidak disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. Sejumlah tempat tentan terjadi penyebaran virus.
 
Seperti di tempat kerja, baik di perkantoran maupun industri. Kemudian di tempat umum, seperti pasar, toko, mal, stasiun, dan terminal. 
 
Lalu, di moda transportasi, tempat ibadah, institusi pendidikan, tempat wisata, panti sosial, dan tempat olah raga. dr. Imran mengatakan, setiap tempat memiliki risiko penularan yang berbeda, berdasarkan beberapa kategori kondisi.
 
"Jenis pekerjaan atau kegiatan, besarnya kegiatan atau usaha, ruang kesehatan indoor maupun outdoor, lamanya kegiatan, jumlah orang yang terlibat, beragam usia, dan kelompok rentan," tuturnya.
 
"Perlu dilakukannya pengaturan kerumunan, penyiapan sarana CTPS, pengaturan waktu kunjungan, pengaturan tempat interaksi, memperhatikan kelompok rentan, disinfeksi secara periodik, dan pengawasan," tambahnya.
 

(TIN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif