Ilustrasi-Pexels
Ilustrasi-Pexels

Beberapa Masalah Kulit yang Mungkin Dialami saat Isolasi Mandiri

Rona Virus Korona perawatan kesehatan kulit virus corona covid-19
Raka Lestari • 20 April 2020 14:59
Jakarta: Selama masa isolasi mandiri di rumah, beberapa orang mungkin menyadari bahwa hal tersebut juga berdampak pada kesehatan. Baik itu dari segi fisik maupun mental.
 
Kulit Anda juga merupakan salah satu yang mengalami dampak dari isolasi mandiri di rumah. Berikut ini adalah beberapa masalah kulit yang mungkin dialami ketika melakukan isolasi mandiri di rumah:

-Kulit kering

Megan Felton, salah satu pendiri konsultan kulit Lion / Ne, menyebut ada banyak faktor yang dapat membuat kulit Anda lebih kering ketika bekerja di dalam ruangan. Untuk mencegah kulit kering atau dehidrasi, Anda perlu melakukan perawatan dari dalam.
 
“Pertama adalah dengan menjaga hidrasi tubuh yang cukup. Tidak ada alasan untuk tidak minum air yang cukup. Kita berada di dalam rumah dan minum air putih tidak membutuhkan banyak waktu,” ujar Rowan Hall-Farrise dari QMS Medicosmetics.

-Kulit kusam

Stres, kurang tidur, pola makan yang buruk, serta perubahan lingkungan karena harus berada di dalam rumah membuat kulit menjadi kurang bercahaya dan tidak sehat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Dehidrasi dapat menyebabkan kulit bekerja lebih keras dan pertahanan alami kulit akan berusaha mengatasi kulit kering dan dehidrasi yang bisa dapat menyebabkan kulit kusam,” ujar Felton.
 
“Kulit akan mengimbangi kondisi dehidrasi, dengan memperlambat pergantian sel kulit, yang membuat lapisan kulit mati lebih tebal. Dan itu bisa membuat kulit kusam dan bersisik,” jelasnya.

-Kerusakan akibat cahaya biru

Ketika berada di rumah, penggunaan barang elektronik pun akan meningkat dan cahaya biru yang dihasilkan sangat buruk bagi kulit.
 
“Sumber cahaya dari High Energy Visible (HEV) termasuk matahari, komputer, smartphone, dan tablet dapat menyebabkan berbagai masalah,” ujar Nicolas Travis, founder dari Allies of Skin.
 
“Penelitian menemukan bahwa cahaya HEV menghasilkan jumlah yang sama dari radikal bebas reaktif, seperti sinar UVA dan UVB," sambungnya.

-Jerawat

Stres dapat menimbulkan perubahan pada kulit. Selain itu, kebiasaan makan yang berubah dan kurang melakukan aktivitas juga dapat memiliki pengaruh pada kulit.
 
"Perubahan gaya hidup ini dapat menyebabkan terjadinya jerawat dan kulit yang tidak seimbang. Stres dan kecemasan dapat meningkatkan hormon pada utbuh yang memicu peradangan yang dapat terlihat dengan adanya jerawat," ujar Laxton dari The Inkey List.
 
(FIR)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif