Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI Anung Sugihantono di Kantor Badan Litbangkes, Kemenkes, Jakarta Pusat.. (Medcom.iid/Sunnaholomi Halakrispen)
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI Anung Sugihantono di Kantor Badan Litbangkes, Kemenkes, Jakarta Pusat.. (Medcom.iid/Sunnaholomi Halakrispen)

Kemenkes: 78 WNI yang Diobservasi di Kapal Jepang, Negatif Virus Korona

Rona Virus Korona kemenkes virus corona covid-19
Sunnaholomi Halakrispen • 13 Februari 2020 12:21
Jakarta: Sejumlah penumpang di dalam kapal pesiar Diamond Princess di perairan Yokohama, Jepang, terdeteksi novel coronavirus (Covid-19). Di dalam kapal tersebut terdapat 78 WNI (Warga Negara Indonesia).
 
Meski demikian, puluhan WNI tersebut dipastikan tidak terpapar virus baru itu atau negatif Covid-19. Hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr. Anung Sugihantono, M.Kes.
 
"Saya setiap hari selaku nasional vocal point untuk international health regulation, mendapatkan kabar nasional focal point-nya Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Sosialnya Jepang," ujar Anung di Kantor Badan Litbangkes, Jakarta Pusat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia memaparkan bahwa pihaknya selalu melakukan koordinasi dengan pihak Yokohama. Bahkan, koordinasi terus dilakukan hingga Senin sore, 10 Februari 2020 waktu Jepang.
 
"Dari 78 warga negara kita yang ada di kapal tersebut, Alhamdulillah tidak ada satu pun yang terkena infeksi novel coronavirus," tuturnya.
 
Ia mengungkapkan, meskipun sempat ada tambahan 65 kasus baru di kapal tersebut, tidak ada WNI yang positif. Sehingga, total yang sudah dievakuasi keluar dari kapal itu ada 135 orang.
 
Akan tetapi, Anung enggan menyebutkan kewarganegaraan orang-orang yang sempat berada di kapal pesiar Diamond Princess saat itu. Sebab, menyangkut privasi masing-masing negara yang bersangkutan.
 
Sementara itu, sesuai protokol kesehatan yang diserukan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), proses karantina di Diamond Princess dilakukan selama 14 hari. Waktunya terhitung sejak Rabu, 5 Februari 2020.
 
Pihak kapal telah menyediakan kebutuhan logistik, layanan telepon dan internet gratis. Bantuan kebutuhan itu untuk memudahkan awak serta penumpang berkomunikasi dengan keluarga.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif