Sekitar 75 persen tubuh manusia adalah air. Air ditemukan di dalam sel, di dalam pembuluh darah, dan di antara sel. (Ilustrasi/Pexels)
Sekitar 75 persen tubuh manusia adalah air. Air ditemukan di dalam sel, di dalam pembuluh darah, dan di antara sel. (Ilustrasi/Pexels)

Fakta tentang Dehidrasi

Rona dehidrasi
Sunnaholomi Halakrispen • 15 Agustus 2020 16:06
Jakarta: Sekitar 75 persen tubuh manusia adalah air. Air ditemukan di dalam sel, di dalam pembuluh darah, dan di antara sel. Tanpa air ini, tidak dapat bertahan hidup. Sedangkan dehidrasi ialah kondisi ketika kekurangan cairan.
 
Dikutip dari Medical News Today, ada sejumlah fakta tentang dehidrasi. Salah satunya, tubuh bisa memberikam signal atau tanda ketika akan dehidrasi.

1. Ada tanda dehidrasi

Sistem pengelolaan air yang canggih membuat tingkat air kita seimbang. Mekanisme rasa haus pun bisa memberi tahu kita kapan kita perlu menambah asupan cairan.
 
Meskipun air terus-menerus hilang sepanjang hari saat kita bernapas, berkeringat, buang air kecil, dan buang air besar, kita dapat mengisi kembali air di tubuh kita dengan minum cairan. Tubuh juga dapat memindahkan air ke area yang paling membutuhkannya jika dehidrasi mulai terjadi.

2. Bagaimana dehidrasi terjadi?

Sebagian besar kejadian dehidrasi dapat dengan mudah diatasi dengan meningkatkan asupan cairan, tetapi kasus dehidrasi yang parah memerlukan perhatian medis segera. Lalu, bagaimana dehidrasi terjadi?

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dehidrasi terjadi bisa karena beragam hal. Di antaranya, diare, muntah, dan berkeringat. Orang yang lebih berisiko mengalami dehidrasi termasuk atlet, orang di dataran tinggi, dan orang dewasa yang lebih tua atau lansia (lanjut usia).

3. Gejala dehidrasi

Gejala dehidrasi yang pertama meliputi rasa haus, mulut kering, lesu, pusing, urine berwarna lebih gelap, dan penurunan produksi urine. Faktanya, warna urin adalah salah satu indikator terbaik dari tingkat hidrasi seseorang. 
Apabila urin jernih, berarti Anda terhidrasi dengan baik. Sebaliknya, ketika urin berwarna lebih gelap, berarti Anda mengalami dehidrasi.

4. Gejala dehidrasi tingkat tinggi

Penting untuk diperhatikan bahwa, terutama pada orang dewasa yang berusia tua, dehidrasi dapat terjadi tanpa rasa haus. Inilah mengapa penting untuk minum lebih banyak air saat sakit atau saat cuaca sedang panas.
 
Saat kondisi berkembang menjadi dehidrasi sedang, gejalanya meliputi mulut kering, kelesuan, kelemahan otot, sakit kepala, dan pusing.
 
Sedangkan saat dehidrasi parah, tubuh kehilangan 10-15 persen air. Kondisi ini dapat ditandai dengan versi ekstrem dari gejala dehidrasi ringan dan sedang.
 
Di antaranya, kurang berkeringat, mata cekung, kulit layu dan kering, tekanan darah rendah, peningkatan detak jantung, demam, igauan, hingga terjadi ketidaksadaran.
 
Di lain sisi, gejala pada anak-anak maupun pada bayi pun perlu diperhatikan. Gejala yang terjadi pada bayi ialah fontanel cekung (titik lunak di atas kepala), lidah dan mulut kering, tidak ada air mata saat menangis, pipi dan atau mata cekung, hingga tidak ada popok basah selama tiga jam atau lebih.
 

 
(YDH)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif