Ilustrasi. (Antara/FB Anggoro)
Ilustrasi. (Antara/FB Anggoro)

Antisipasi Pemerintah Mencegah Penyebaran Penyakit Pneumonia

Rona pneumonia
Sunnaholomi Halakrispen • 16 Januari 2020 19:00
Jakarta: Virus penyakit pneumonia misterius yang belum diketahui penyebabnya, muncul di Tiongkok. Sebagai antisipasi dari pemerintah, upaya untuk pencegahan penyebaran virus tengah digencarkan.
 
Sebab, dikhawatirkan wisatawan dari Tiongkok yang kembali atau hendak mengunjungi Indonesia melalui Bandara dan Pelabuhan, berisiko menyebarkan virus misterius itu. Lantaran demikian, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Soekarno-Hatta dr. Anas Ma'ruf, MKM, menyampaikan sejumlah imbauan.
 
"Semua maskapai yang melayani penerbangan langsung maupun transit dari Tiongkok dan Hongkong untuk segera menyampaikan dokumen kesehatan berupa gendec dan manifest penumpang," ujar dr. Anas dalam rilis yang diterima Medcom.id.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal tersebut harus dilakukan sesaat setelah mendarat, kepada petugas Kesehatan di Pos Kesehatan KKP terminal penerbangan internasional. Kemudian, akan meningkatkan pengawasan kedatangan Internasional.
 
"Utamanya penumpang yang datang dari negara terjangkit dengan skrining menggunakan kamera pemindai suhu tubuh (Thermal Scanner) dan Surveilans Syndrome," tuturnya.
 
Imbauan selanjutnya, melakukan identifikasi penerbangan langsung dari Tiongkok dan Hongkong ke Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdana Kusuma. Baik penerbangan komersil maupun charter. Tak lupa melakukan sosialisasi kepada lintas sektor terkait.
 
"Seperti maskapai, ground handling, imigrasi, dan sektor lain untuk dapat mengenali secara dini gejala penyakit dan melaporkan kepada petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan," lanjutnya.

Langkah pencegahan

Perlu juga untuk menayangkan media KIE Elektronik dalam bentuk video maupun digital banner di Bandara. Sementara itu, kata dr. Anas, supaya terhindar dari penyakit membahayakan itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
 
Pertama, menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) minimal seperti masker bagi pelaku perjalanan dan petugas yang memiliki risiko tinggi kontak dengan penderita. Yakni, personil pesawat, groundhandling, petugas imigrasi, dan petugas kesehatan.
 
Kedua, senantiasa menerapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat). Di antaranya, menutup hidung dan mulut saat batuk atau bersin, mencuci tangan dengan bersih menggunakan sabun setelahnya.
 
"Serta tidak bertukar botol minum atau sejenisnya, menjaga kondisi daya tahan tubuh. Jika mengalami demam, batuk atau sesak napas segera menghubungi petugas kesehatan," paparnya.
 
Sedangkan untuk pelaku perjalanan menuju Tiongkok dan Hongkong, dr. Anas mengimbau agar dapat memerhatikan penyebaran penyakit Pneumonia. Tips selanjutnya, menghindari tempat-tempat berjangkitnya penyakit, serta menghindari kontak langsung dengan penderita yang mengalami demam, batuk, dan sesak napas.
 
Pneumonia itu sendiri merupakan tipe baru dari virus sindrom pernapasan akut berat (SARS) ini berasal dari Tiongkok. Pada akhir Desember 2019 hingga awal Januari 2020, virus Pneumonia tersebar di Kota Wuhan, Tiongkok, ditemukan pasien-pasien Pneumonia atau radang paru-paru berat. Puluhan orang dalam kondisi kriris.
 
Wabah Pneumonia misterius di Tiongkok sempat memicu kekhawatiran karena terkait SARS. Sindrom itu telah menewaskan 349 orang di Tiongkok dan 299 di Hong Kong lebih dari satu dekade lalu.
 
Tiongkok dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan wabah ini diakibatkan tipe baru dari koronavirus. Wabah misterius ini pertama kali dikonfirmasi Tiongkok pada Selasa 31 Desember 2019 di Wuhan.
 
Komisi Kesehatan Kota Wuhan menyebut sebagian besar pasien wabah misterius ini berprofesi sebagai operator bisnis di pasar makanan laut di Wuhan. Pasar tersebut telah ditutup pada Rabu, 1 Januari 2020, usai wabah menjangkit.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif