Meskipun jarang digunakan, minyak  sawit bisa digunakan untuk memasak karena memiliki smoke point atau titik asap yang tinggi.(Ilustrasi/Pexels)
Meskipun jarang digunakan, minyak sawit bisa digunakan untuk memasak karena memiliki smoke point atau titik asap yang tinggi.(Ilustrasi/Pexels)

Kandungan Minyak Kelapa Sawit

Rona minyak sawit
Raka Lestari • 02 Januari 2020 11:06
Jakarta: Minyak sawit atau palm oil mungkin bukan jenis minyak yang sering digunakan untuk memasak. Meskipun jarang digunakan, minyak sawit bisa digunakan untuk memasak karena memiliki smoke point atau titik asap yang tinggi. Sehingga cocok untuk menggoreng dalam api yang panas.
 
Minyak sawit berasal dari buah pohon kelapa sawit, sejenis pohon yang banyak ditemukan di daerah beriklim hangat seperti Afrika dan Asia. “Minyak ini cukup kontroersial karena biasanya tumbuh di kawasan hutan hujan dan cara panen minyak ini dianggap memiliki dampak negatif terhadap lingkungan,” kata ahli gizi dari New York, Natalie Rizzo, RD, seperti dilansir health.
 
Pada suhu kamar, minyak sawit berada dalam bentuk semi-padat. Kandungan minyak sawit sendiri hampir sama dengan minyak goreng lainnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut USDA, satu sendok makan mengandung sekitar 120 kalori dan 14 gram total lemak, termasuk 7 gram lemak jenuh (jumlah yang sama seperti dalam mentega), 5 gram lemak tak jenuh tunggal yang sehat untuk jantung, dan 1,5 gram lemak tak jenuh ganda. Minyak kelapa sawit juga menyediakan 2 gram vitamin E dan 1 gram vitamin K.
 
Kandungan tersebut hampir mirip dengan minyak zaitun, kecuali untuk jenis lemaknya. Satu sendok makan minyak zaitun hanya mengandung 2 gram lemak jenuh dan 10 gram lemak yang berasal dari jenis tak jenuh tunggal. Minyak sawit juga memiliki lemak jenuh yang lebih sedikit dibandingkan minyak tropis lainnya, seperti minyak kelapa.
 
"Banyak makanan siap saji mengandung minyak sawit, seperti selai kacang dan krim kopi," kata ahli gizi Maggie Michalczyk, RD.
 
Selain itu kandung minyak sawit juga ditenemukan di banyak merek es krim, adonan pizza, roti, makanan beku, sup kemasan, saus, makanan penutup. "Dan makanan ringan, seperti kue dan keripik. Selain itu, minyak sawit juga ada di beberapa produk perawatan kulit dan kecantikan, seperti lipstik, deterjen, dan sabun," tambah Rizzo.
 
Minyak sawit juga memiliki beberapa manfaat kesehatan. "Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa minyak sawit dapat membantu mengurangi faktor risiko penyakit jantung dan membantu fungsi otak,” kata Michalczyk.
 
Dan meskipun minyak sawit tidak seburuk lemak trans, Michalcyzk menyarankan untuk lebih baik menggunakan opsi minyak goreng yang lebih sehat saat Anda menyiapkan makanan di rumah atau makan di luar, seperti minyak zaitun.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif