Untuk menghindari emosi dari provokasi, perlu diterapkan sejumlah cara dalam mengatur emosi. (Foto: Pexels.com)
Untuk menghindari emosi dari provokasi, perlu diterapkan sejumlah cara dalam mengatur emosi. (Foto: Pexels.com)

Cara Mengatur Emosi dari Provokasi

Rona psikologi
Sunnaholomi Halakrispen • 23 Mei 2019 18:32
Informasi dari teman, baik melalui grup di sosial media maupun yang secara personal bisa membuat emosi Anda bertambah apalagi dalam kondisi yang sedang panas. Kunci agar Anda tenang kembali menurut Psikolog Anak, Remaja, dan Keluarga, Efnie Indrianie, M. Psi. dari dari Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha, Bandung yaitu rilekskan pikiran dengan mengendalikan napas. Serta kurangi membaca informasi yang sifatnya asumsi.
 

 
Jakarta: Peristiwa kerusuhan acap kali menjadi kesempatan pihak tertentu dalam memprovokasi masyarakat dan membangkitkan amarah. Provokasi bisa dilakukan secara verbal maupun nonverbal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jika berhasil berisiko emosi yang berlebihan, bahkan hingga pertempuran fisik. Untuk menghindarinya, perlu diterapkan sejumlah cara dalam mengatur emosi.
 
Psikolog Anak, Remaja, dan Keluarga, Efnie Indrianie, M. Psi. dari dari Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha, Bandung, menjelaskan ada beberapa cara. Tetapi kuncinya, harus ada niat baik dan tekad yang bulat dalam menjalankan cara-cara ini.

1. Batasi informasi yang sumbernya hanya asumsi

"Perhatikan berita dari sumber yang akurat seperti media resmi yang kredibel. Batasi dulu membaca informasi yang sifatnya asumsi," ujar Efnie kepada Medcom.id di Jakarta.
 
Informasi dari teman, baik melalui grup di sosial media maupun yang secara personal, pastikan sumber informasinya. Apabila tidak dilengkapi dengan pernyataan pihak yang berwenang di setiap topik pembahasan, jangan percaya.
 
Ketidakpercayaan itu dapat mengurangi kadar terpancingnya emosi Anda. Begitu juga sebaliknya, jika Anda semakin tercaya dengan informasi yang hanya berupa asumsi pribadi maupun kelompok tertentu, amarah rentan memuncak.
 
Cara Mengatur Emosi dari Provokasi
(Kunci agar Anda tenang kembali menurut Psikolog Anak, Remaja, dan Keluarga, Efnie Indrianie, M. Psi. dari dari Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha, Bandung yaitu rilekskan pikiran dengan mengendalikan napas. Foto: Pexels.com)

2. Fokus pada pemikiran yang positif

"Fokuskah pada pemikiran-pikiran positif, karena kunci pertama terpancing emosi adalah dimulai dari pemikiran yang negatif," tuturnya.
 
Lalu, rilekskan pikiran dengan mengendalikan napas, juga disertai dengan olahraga ringan. Ingat pula persaudaraan yang harus terjalin dalam Bangsa Indonesia.
 
Dengan mengingat persaudaraan yang tetap harus dijaga baik, idealnya berpengaruh. Akan tetapi, tidak secara otomatis bisa meredakan emosi. Hal ini tergantung pada masing-masing individu.
 
"Intinya adalah dengan mengingat orang-orang yang kita sayangi di rumah, seperti orang tua kita, anak, atau pasangan kita. Biasanya cara ini sedikit membantu meredakan emosi," paparnya.

3. Atur emosi sertai dengan doa

Kemudian, atur emosi Anda disertai dengan membaca kalimat yang mengandung makna doa sesuai kayakinan masing-masing. Sementara itu, jika Anda tak sengaja terkena timpuk batu di tengah kondisi ricuh, kata Efnie, cari tempar perlindungan secepatnya. Bukan langsung terpancing dengan membalasnya dan marah-marah.
 
"Cari lokasi tenang dan tenangkanlah diri. Jika terluka segeralah cari bantuan medis. Intinya emosi akan terkontrol saat kita bisa mengendalikan napas kita," pungkasnya.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif