Minta anak menjaga jarak pandang saat menonton televisi atau membaca buku dan melihat ponsel. (Foto: Courtesy of Priscilla Gragg)
Minta anak menjaga jarak pandang saat menonton televisi atau membaca buku dan melihat ponsel. (Foto: Courtesy of Priscilla Gragg)

Mengulik Mitos Seputar Mata Anak

Rona kesehatan mata
Anda Nurlaila • 13 Juni 2019 08:00
Banyak orang tua yang masih bingung apakah menatap layar kaca seperti televisi bisa merusak mata. Layar tidak akan merusak mata anak, tapi membuatnya kering dan otot-oto mata tegang. Cahaya terang membuat mata sulit fokus, dan kita lebih sedikit bekedip saat di depan layar televisi, ponsel atau tablet. Minta anak menjaga jarak pandang saat menonton televisi atau membaca buku dan melihat ponsel.
 

 
Jakarta: Demi melindungi kesehatan mata, orang tua membuat aturan berkaitan aktivitas anak di depan layar. Saat menonton misalnya, orang tua meminta anak duduk dengan jarak tertentu dari layar televisi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tetapi apakah hal tersebut cukup melindungi penglihatan si kecil? Kepada Parents, ketua komite informasi publik untuk American Association for Pediatric Ophthalmology and Strabismus Richard Golden menjelaskan hal-hal yang perlu diketahui untuk melindungi indra penglihatan anak-anak.

- Menonton televisi atau layar akan merusak penglihatan anak

Layar tidak akan merusak mata anak, tapi membuatnya kering dan otot-oto mata tegang. Cahaya terang membuat mata sulit fokus, dan kita lebih sedikit bekedip saat di depan layar televisi, ponsel atau tablet.
 
Di samping itu, fokus alami saat mata berjarak tertentu dari layar. Menatap layar terlalu dekat membuat mata bekerja lebih keras, dan menyebabkan ketegangan yang dapat memicu sakit kepala. Minta anak menjaga jarak pandang saat menonton televisi atau membaca buku dan melihat ponsel.
 
Sinar ultraviolet layar akan menyebabkan kerusakan serius setelah paparan bertahun-tahun. Di usia anak-anak melindungi mata dari sinar UV dengan menggunakan topi saat berada di luar juga penting.
 
Mengulik Mitos Seputar Mata Anak
(Minta anak menjaga jarak pandang saat menonton televisi atau membaca buku dan melihat ponsel. Foto: Pexels.com)

- Perlukah anak mengunjungi dokter mata setiap tahun?

Dokter anak akan memeriksa kondisi mata dan masalah penglihatan dalam pemeriksaan rutin yang dilakukan paling baik sejak lahir. Namun selama tidak ada masalah mata, tidak perlu ke dokter spesialis mata.
 
Dokter anak memeriksa gerakan mata dan melacak respons pupil. Pada usia tiga sampai empat tahun, anak akan diuji kemampuan mengenai mencocokkan angka dan membaca huruf. Jika diduga ada gangguan, umumnya anak akan disarankan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di dokter mata.
 
Jika anak sering menggosok matanya, mengeluarkan cairan mata, peka terhadap cahaya, atau memicingkan mata, segera periksa ke dokter anak.

- Wortel makanan terbaik untuk penglihatan

Wortel mengandung vitamin A, yang mendukung penglihatan sehat. Begitu juga sayuran berdaun hijau seperti kangkung dan bayam. Tetapi sayuran tidak meningkatkan penglihatan anak jika dia membutuhkan kacamata.

- Orang tua memiliki gangguan penglihatan berarti anak akan mewarisinya

Genetika rumit adalah sesuatu yang rumit. Jika salah satu atau kedua orang tua mengalami gangguan mata seperti rabun dekat atau astigmatisme, kemungkinan besar anak juga akan memilikinya sampai batas tertentu.
 
Faktor-faktor lain dapat berperan pada indra penglihatan anak seperti prematuritas yang parah atau kelainan kornea. Tetapi genetika pada umumnya adalah penyebab terbesar gangguan mata.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif