Bahaya Minum Terlalu Banyak Air
Bahaya Minum Terlalu Banyak Air (Foto: gettyimages)
Jakarta: Air membentuk sekitar 60 persen dari tubuh Anda, membantu mengangkut nutrisi ke sel-sel Anda, memindahkan limbah keluar dari tubuh Anda dan memainkan peran penting dalam metabolisme energi. Masalahnya adalah, ketika Anda kehilangan cairan seperti buang air kecil dan keringat, dapat berdampak buruk jika tubuh tidak dapat menggantinya.

Dehidrasi atau kekurangan cairan dapat merusak jaringan dan menurunkan volume darah sehingga mengurangi aliran darah ke organ vital.

Minum terlalu sedikit atau terlalu banyak dapat membuang konsentrasi elektrolit tubuh Anda, campuran mineral seperti natrium yang memungkinkan saraf mengirim pesan ke seluruh tubuh untuk berfungsi dengan baik.


Kebanyakan wanita dewasa membutuhkan 11 cangkir cairan per hari, sedangkan pria sekitar 15 cangkir. Tapi, sebagian besar tergantung pada berat badan dan tingkat aktivitas Anda.

Iklim dan ketinggian dapat mempengaruhi seberapa banyak cairan yang Anda butuhkan. Dalam udara yang panas, tubuh Anda kehilangan lebih banyak air dan elektrolit melalui keringat, yang menguap untuk membuat Anda tetap dingin. Dan dalam suhu dingin, Anda kehilangan air ekstra setiap ali Anda menghembuskan napas.

Cara terbaik untuk menghidrasi tubuh adalah dengan meminum jumlah air yang sedikit dan secara konsisten sepanjang hari sehingga tubuh dapat menyerap air lebih efisien.

Penyakit juga dapat mempengaruhi keseimbangan cairan tubuh Anda. Tubuh mengeluarkan banyak air ketika Anda muntah atau mengalami diare.

Bagaimana mengukur Anda cukup minum atau tidak?

Sistem dalam tubuh dibangun untuk memberitahu Anda ketika merasa haus. Tanda pertama kekurangan asupan cairan adalah penurunan air liur yang membuat kekeringan di mulut.

Untuk memeriksa apakah Anda cukup minum air sepanjang air, lihat warna urine saat buang air kecil. Warna urine kuning muda berarti Anda terhidrasi dengan baik. Urine yang berwarna kuning gelap berarti tubuh kurang asupan cairan.

Dehidrasi memang jauh lebih sering terjadi dibanding minum terlalu banyak air. Perlu diketahui bahwa minum terlalu banyak air dapat mencairkan darah dan memicu hiponatremia atau kadar natrium rendah yang abnormal. Ini dapat menyebabkan mual dan muntah, sakit kepala, kelelahan, kelemahan otot dan kram hingga kasus yang ekstrem kejang atau koma.

Dalam sebagian besar kasus, ini hanya mempengaruhi atlet seperti pelari maraton yang tidak mengonsumsi cairan dengan elektrolit. Cara mengatasinya, setelah olahraga satu jam, minum minuman olahraga yang membantu Anda mempertahankan air dan menjaga kadar natrium Anda.


 



(ELG)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id