Demensia, gangguan pada otak yang menyebabkan penurunan daya ingat hingga kemampuan mental, merupakan salah satu krisis global kesehatan. (Foto: Courtesy of Kqed.org)
Demensia, gangguan pada otak yang menyebabkan penurunan daya ingat hingga kemampuan mental, merupakan salah satu krisis global kesehatan. (Foto: Courtesy of Kqed.org)

Anjuran WHO dalam Menghambat Perkembangan Demensia

Rona tips kesehatan
Dhaifurrakhman Abas • 03 Juli 2019 15:48
WHO mengeluarkan rekomendasi untuk mengurangi risiko demensia secara global. Hal ini termasuk latihan fisik secara teratur, tidak mengonsumsi tembakau dan alkohol, serta menjaga pola makanan sehat dengan diet Mediterania.
 

Jakarta: Tidak ada pengobatan yang efektif untuk melawan demensia. Akan tetapi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menunda atau memperlambat perkembangan penyakit.
 
Melansir CNN, WHO telah mengeluarkan rekomendasi pertamanya untuk mengurangi risiko demensia secara global. Hal ini termasuk latihan fisik secara teratur, tidak mengonsumsi tembakau dan alkohol, serta menjaga pola makanan sehat dengan diet Mediterania.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sebagian orang yang mewarisi kombinasi gen mungkin akan mengembangkan demensia dengan cepat. Sebab itu anjuran ini merupakan kesempatan secara substansial mengurangi risiko. Dengan menjalani gaya hidup sehat," kata Tara Spires-Jones, professor dari program Dementia Research Institute, UK, seperti dikutip CNN.
 
Selain itu, WHO juga mengimbau masyarakat global untuk mengonsumsi suplemen makanan seperti vitamin B dan E. Kandungan vitamin tersebut diyakini efektif memerangi penurunan kognitif manusia, seperti yang terjadi pada penderita penyakit demensia.
 
Ketua dan wakil direktur Pusat Penemuan Ilmu Otak di Universitas Edinburgh, ini mengatakan, anjuran yang diberikan WHO juga sudah terbukti secara ilmiah. Anjuran mengubah pola hidup lebih sehat juga aman tanpa efek samping.
 
"Rekomendasi lain memiliki basis bukti yang kurang kuat tetapi mungkin memiliki bukti bahwa mereka tidak meningkatkan risiko atau bahaya dan karenanya dapat direkomendasikan dengan aman, meskipun dampaknya pada risiko kurang pasti," ujar Spires-Jones.
 
Demensia adalah hilangnya fungsi kognitif termasuk berpikir, mengingat dan bernalar. Demensia juga mencakup hilangnya kemampuan perilaku tertentu sedemikian rupa sehingga mengganggu kehidupan sehari-hari dan kegiatan seseorang.
 
Fungsi-fungsi tersebut seperti ingatan, keterampilan bahasa, persepsi visual, pemecahan masalah, manajemen diri dan kemampuan untuk fokus serta memperhatikan.
 
Fungsi penting lainnya yang dipengaruhi oleh demensia adalah perencanaan dan pelaksaan tugas pemikiran abstrak, regulasi emosional dan resistensi terhadap kelelahan.
 
WHO mencatat ada 10 juta kasus baru demensia setiap tahun. Angka ini akan diprediksi meroket hingga tiga kali lipat pada tahun 2050. Penyakit ini juga menyebabkan kerugian ekonomi yang besar, dengan biaya merawat orang dengan demensia diperkirakan naik menjadi $ 2 triliun per tahun pada tahun 2030, menurut WHO.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif