Coronavirus atau virus yang menyebabkan penyakit pneumonia misterius telah menyebar di beberapa wilayah di China, Bangkok, Thailand, hingga Jepang. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
Coronavirus atau virus yang menyebabkan penyakit pneumonia misterius telah menyebar di beberapa wilayah di China, Bangkok, Thailand, hingga Jepang. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Virus Korona Belum Ada Obatnya

Rona kesehatan virus korona Coronavirus virus corona
Sunnaholomi Halakrispen • 23 Januari 2020 17:34
Jakarta: Coronavirus atau virus yang menyebabkan penyakit pneumonia misterius telah menyebar di beberapa wilayah di China, Bangkok, Thailand, hingga Jepang. Namun, hingga saat ini memang belum ada obat untuk menangani virus tersebut.
 
"Jenis virus ini tidak ada obatnya dan belum ada vaksinnya. Yang ada mengobati dengan gejalanya," ujar Drg. Vensya Sitohang, M.Epid., Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes RI di Gedung Kemenkes, Jakarta Selatan, Rabu, 22 Januari 2020.
 
Gejala awal coronavirus (virus Korona), di antaranya panas, batuk, flu, dan sesak napas. Maka, ketika Anda terkena empat tanda awal tersebut, diobati dengan obat yang sesuai dengan serangannya masing-masing.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Misalnya, obat untuk gejala flu. Segera periksakan diri Anda untuk selanjutnya dilakukan pengobatan. Penanganan dengan cepat bisa berpengaruh pada tidak memburuknya kondisi kesehatan.
 
"Kalau ada tanda awal, patut dicurigai. Jangan panas yang dianggap flu biasa. Jadi kita lebih baik harus curiga yang terburuk untuk bisa menangkap dan orang itu tertangani dengan baik dan meminimalisir penularan," paparnya.
 
Virus Korona Belum Ada Obatnya
(Dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes., selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes RI menambahkan, hingga saat ini penyebaran coronavirus dianggap public health emergency. Artinya, penyakit tersebut kedaruratan yang meresahkan masyarakat. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
 
Upaya tersebut pun sebagai pencegahan dini. Apalagi, ditambah dengan informasi terbaru terkait kondisi wilayah sekitar Anda dan memahami adanya penyebaran virus Korona di Wuhan.
 
Antisipasi selanjutnya, menjaga kebersihan dengan selalu mencuci tangan menggunakan sabun. Kemudian, pakailah tisu ketika sedang batuk dan tidak mendekati orang sakit. Selain itu, terapkan olahraga rutin setiap hari.
 
Sementara itu, virus Korona diperkirakan bisa ditularkan dari manusia ke manusia. Akan tetapi, hal tersebut tidak bisa dijadikan acuan, karena World Health Organization (WHO) belum memberikan statement kepastian penularan tersebut.
 
Dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes., selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes RI menambahkan, hingga saat ini penyebaran virus Korona dianggap public health emergency. Artinya, penyakit tersebut kedaruratan yang meresahkan masyarakat.
 
"Harapan kami bahwa tidak menghambat perjalanan orang ke manapun, tapi kita menganjurkan jangan pergi ke fish market maupun tempat terjadinya penularan karena bisa saja terjangkit," imbau dr. Wiendra.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif