Seorang instruktur fitness kecanduan permainan PubG, membuatnya dilarikan ke rumah sakit akibat kekerasan fisik dan kehilangan keseimbangan mental. (Foto: Ilustrasi. Dok. Saketh Garuda/Unsplash.com)
Seorang instruktur fitness kecanduan permainan PubG, membuatnya dilarikan ke rumah sakit akibat kekerasan fisik dan kehilangan keseimbangan mental. (Foto: Ilustrasi. Dok. Saketh Garuda/Unsplash.com)

PubG Sebabkan Instruktur Fitness Mendapat Perawatan Medis

Rona kesehatan mental
Dhaifurrakhman Abas • 16 Januari 2019 08:30
Jakarta: Apapun yang dilakukan secara berlebih tak baik bagi pelakunya. Sama halnya dengan memainkan permainan online PubG.
 
Pasalnya baru-baru ini seorang instruktur fitness di Jammu, India mesti dilarikan ke rumah sakit akibat keseringan memainkan permainan daring ini. Dia mulai memukul dan melukai dirinya akibat kecanduan bermain game. 
 
"Kondisi itu membuat tim medis terpaksa melarikannya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan," kata seorang dokter, seperti dikutip Times of India.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut laporan, pria tersebut mulai kecanduan setelah 10 hari mencoba memainkan game tersebut. Kecanduan berlanjut bahkan sampai membuatnya kehilangan keseimbangan mental dan melukai diri sendiri.
 
"Dia mulai melukai dan memukul dirinya dengan tangannya setelah menyelesaikan satu putaran permainan," ujarnya.
 
PubG Sebabkan Instruktur Fitness Mendapat Perawatan Medis
(Baru-baru ini seorang instruktur fitness di Jammu, India mesti dilarikan ke rumah sakit akibat keseringan memainkan permainan daring ini. Dia mulai memukul dan melukai dirinya akibat kecanduan bermain game. Foto: Ilustrasi. Derick Anies/Unsplash.com)
 
(Baca juga: Game Kekerasan Diyakini Picu Anak Berbuat Bully)
 
Kondisi pasien saat ini masih tidak stabil. Kata dokter, meski sadar dengan kehadiran orang lain, namun pasien tersebut masih kehilangan keseimbangan mental.
 
"Dia masih belum sadar dari pikirannya yang sepenuhnya di bawah pengaruh permainan PubG," ucap sang dokter.
 
PubG tidak hanya merupakan game menembak yang sangat populer, tetapi juga menarik bagi berbagai kelompok umur. Dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa suka memainkan permainan ini.
 
Hal ini membuat masyarakat sekitar jengah. Menurut laporan, masyarakat meminta Gubernur Jammu dan Kashmir untuk melarang game beredar di kota itu.
 
Selain dianggap menghabiskan waktu, PubG juga dikhawatirkan bisa menularkan dampak kekerasan bagi para pemain game.
 
Masyarakat khawatir hal ini berdampak pada otak anak-anak dan remaja dalam mengembangkan kebiasaan anti-sosial dan kekerasan dalam diri mereka.
 


 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif