Manfaat Tak Populer Saat di Sekolah
Penulis penelitian ingin mengetahui apakah persahabatan di sekolah menengah memiliki pengaruh jangka pendek atau jangka panjang pada kesehatan emosional dan mental. (Foto: Chuttersnap/Unsplash.com)
Jakarta: Tidak menjadi seseorang yang populer ketika masa-masa sekolah bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan. Bahkan, tidak menjadi populer ketika masa sekolah memiliki manfaat terhadap kesehatan mental Anda. 

Dalam sebuah penelitian baru yang diterbitkan dalam Child Development, kualitas dari persahabatan ketika remaja dianggap dapat berpengaruh terhadap tingkat depresi yang lebih rendah dan tingkat kesehatan emosional yang lebih baik ketika dewasa. Bahkan, remaja yang sangat populer lebih cenderung memiliki kecemasan sosial di kemudian hari.

Penulis penelitian ingin mengetahui apakah persahabatan di sekolah menengah memiliki pengaruh jangka pendek atau jangka panjang pada kesehatan emosional dan mental. 


Secara keseluruhan, remaja yang memprioritaskan untuk memiliki persahabatan yang erat pada usia 15 memiliki kecemasan sosial yang lebih rendah, rasa percaya diri yang tinggi, dan gejala depresi yang lebih sedikit pada saat mereka mencapai usia 25 tahun dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang tidak memiliki teman-teman baik dan hubungan yang erat dengan teman-teman ketika masa sekolah. 

(Baca juga: Tips Agar Persahabatan Jarak Jauh Langgeng)


(Tidak menjadi populer ketika masa sekolah memiliki manfaat terhadap kesehatan mental Anda. Foto: Vince Fleming/Unsplash.com)

Sementara itu, remaja yang sangat populer di antara teman-teman sebaya mereka lebih cenderung memiliki tingkat kecemasan sosial yang tinggi sebagai usia 20-an. 

Para penulis mengatakan bahwa penelitian mereka mendukung gagasan bahwa persahabatan yang erat dan kuat selama masa remaja dapat membantu meningkatkan kesehatan jangka panjang.

Remaja yang memiliki pengalaman positif dengan teman-teman mereka akan lebih mungkin memiliki lebih banyak perasaan positif tentang diri mereka sendiri. 

"Kemampuan para remaja untuk membangun dan pengalaman positif yang mereka dapatkan dari memiliki teman yang dekat meskipun hanya satu atau dua orang teman tampaknya bisa menjadi kunci untuk mendapatkan hasil yang lebih positif dalam hal kesehatan mental," kata penulis utama studi, Rachel K. Narr, kandidat PhD dalam psikologi klinis. 

Dibandingkan memiliki teman yang banyak, Narr menyarankan para orang tua untuk dapat mendorong anak-anak mereka sendiri untuk membentuk ikatan yang kuat selama masa remaja.







(TIN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id