Survei: Lebih dari 50 Persen Orang Mengaku Terlalu Serius dalam Hidup

Sri Yanti Nainggolan 31 Mei 2018 14:17 WIB
survei
Survei: Lebih dari 50 Persen Orang Mengaku Terlalu Serius dalam Hidup
(Foto: Independent)
Jakarta: Sebuah jajak pendapat menemukan bahwa enam dari 10 orang Inggris hidup terlalu serius. Survei yang melibatkan 2.000 orang dewasa Inggris tersebut menunjukkan bahwa kebanyakan dari mereka terperangkap dalam hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari dan kehilangan rasa senang.

Dua pertiga responden juga mengaku mereka juga tidak mau mencoba hal-hal baru.

Tiga perempat mengaku tidak mengatakan 'ya' cukup sering dan 59 persen responden berharap mereka lebih siap mengadopsi prospek hidup 'mengapa tidak?'.


Beberapa pengalaman hidup paling positif yang dianggap sebagai sesuatu yang 'lebih menyenangkan' bagi mereka adalah bertemu dengan jodoh dan mencari teman baru. 

Penelitian ini juga menemukan hampir separuh penduduk Inggris memiliki pola pikir 'setengah gelas penuh' dimana mereka lebih berpikir hal-hal baik daripada hal-hal buruk dalam sebuah situasi. 

"Ketika kita semakin tua, kita mengambil hal-hal yang lebih serius, yang kadang-kadang berarti kehilangan semangat petualangan atau rasa senang," kata juru bicara dari Milkybar Wowsomes, yang menugaskan penelitian.

Penelitian tersebut juga mengidentifikasi beberapa 'penyesalan sehari-hari' terbesar seperti pilihan potongan rambut yang salah, tidak lebih banyak berlibur ketika lebih muda dan tidak sengaja membaca bocoran acara televisi.

Sementara, beberapa lainnya berharap mereka menghabiskan lebih sedikit waktu di tempat kerja daripada yang telah mereka lakukan, mengeluh tidak memulai bisnis dan merasa tidak enak karena bergabung dengan pusat kebugaran tetapi tidak pernah mengunjunginya.

Penyesalan lainnya adalah  tidak memiliki lebih banyak hobi, terlalu sering bekerja lembur dan mengecewakan teman.

Sebanyak 42 persen merasa terbebani oleh penyesalan dan sering berpikir tentang apa yang seharusnya atau harus mereka lakukan secara berbeda.

"Meskipun mengalami penyesalan di masa lalu, banyak dari kita memiliki memiliki pola pikir 'setengah gelas penuh' dalam hidup dan berharap mengatakan 'ya' untuk lebih banyak hal," tambah juru bicara tersebut. 

Lihat video:





(DEV)