NEWSTICKER
Orang semakin mudah latah ikutan challenge yang berbahaya ketika mereka sendiri kurang informasi. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
Orang semakin mudah latah ikutan challenge yang berbahaya ketika mereka sendiri kurang informasi. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Mengapa Orang Rela Ikutan Challenge yang Berbahaya?

Rona psikologi
Kumara Anggita • 16 Februari 2020 17:00
Jakarta: Aplikasi dalam mobile adalah sarana ekspresi yang digemari anak zaman sekarang. Sayangnya, bila tak digunakan dengan bijaksana, permainan ini bisa membuat orang-orang jadi dalam bahaya.
 
Mereka berlomba-lomba buat konten yang menarik perhatian tanpa mempertimbangkan keselamatan. Misalnya baru-baru ini ada challenge melompat sambil disandung kaki bagian kiri dan kanan oleh dua orang di sebelahnya yang memungkinkan mereka terjatuh ke belakang. 
 
Tak hanya itu, beberapa challenge lainnya seperti memasukkan koin ke bagian dalam colokan listrik yang memercik api atau menjadikan mulut seseorang jadi tempat makan sereal dan susu untuk dimakan oleh orang lain bisa menimbulkan tersedak sudah pasti berbahaya dan tidak patut dicontoh.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mengapa orang rela mengorbankan keselamatannya demi konten semata? Psikolog sekaligus dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Shahnaz Safitri, M.Psi., Psikolog memaparkan menurutnya beberapa orang rela ikutan challenge apa saja dengan tujuan ingin menunjukkan bahwa mereka bisa melakukan suatu hal lebih baik dibanding orang lain. 
 
Ada kepuasan tersendiri yang muncul saat bisa melampaui.
 
“Alasannya karena social comparison, kalau melakukan yang ‘lebih’ dari orang lain untuk hal-hal yang sedang trending, ada esteem atau kebanggaan yang meningkat pada diri kita sendiri. Kadang-kadang memang ada harga yang harus dibayar, dalam hal ini (challenge minum boba lima liter) kesehatan,” ujar Shahnaz saat dihubungi Medcom.id.
 
Orang semakin mudah latah ikutan challenge yang berbahaya ketika mereka sendiri kurang informasi. Mereka tidak menyadari bahwa apa yang dilakukan sebenarnya begitu berisiko.
 
“Ditambah lagi, kalau memang seseorang tidak punya informasi yang relevan bahwa ternyata yang trending ini berbahaya,” kata Shahnaz.
 
Agar terhindar dari tren yang merugikan. Shahnaz menganjurkan agar Anda lebih banyak berpikir sebelum mengikuti sebuah challenge. Pertimbangkan apakah kesenangan ini sebanding dengan risiko yang timbul.
 
“Tanya ulang motivasi buat ikutannya apa? Dan ada risiko atau tidak ya saat melakukannya? jadi biasakan untuk berpikir sedikit lebih panjang, jangan mudah terpancing euforia sesaat,” ungkap Shahnaz.
 
“Segalanya mungkin terasa baik tetapi pada dasarnya buruk,” tambahnya.
 
Tak hanya itu, sebagai orang yang saling peduli satu sama lain, sebaiknya mengingatkan orang-orang di sekitar untuk membuat konten di sosial media dengan penuh kesadaran. Hal yang bertujuan lucu-lucuan bisa antar ke kematian.
 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif