Ilustrasi-Pexels
Ilustrasi-Pexels

Mengenal Pembersih Tangan Sinar UV yang Membunuh Virus Korona

Rona pandemi covid-19
Sunnaholomi Halakrispen • 04 Juni 2020 06:10
Jakarta: Dengan pembersih tangan buatan manusia yang terbatas, banyak orang beralih ke apa pun yang disebut pembersih tangan alami atau sinar ultraviolet. Sinar UV merupakan alat populer terbaru dalam menemukan cara untuk mencegah diri dari SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan covid-19.
 
Dilansir dari CNET, melakukan disinfeksi dengan sinar UV bukanlah kabar hal yang baru. International Ultraviolet Association mengatakan ini merupakan teknologi yang bermanfaat selama lebih dari 40 tahun, berkontribusi pada air bersih dan udara bersih.
 
Banyak perangkat konsumen juga menggunakan sinar UV untuk mendisinfeksi sejumlah hal. Di antaranya, botol air UV ringan yang membersihkan sendiri dan wadah anti-UV yang membersihkan telepon kotor Anda.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, ketika menyangkut new coronavirus, banyak hal yang tidak begitu jelas. Ada risiko yang muncul akibat penggunaan perangkat sinar UV, terutama saat menggunakannya pada kulit Anda. Sebelum memesan pembersih sinar UV pertama yang Anda lihat, baca bukti terkini tentang disinfektan cahaya UV dan risiko potensial menggunakannya pada diri Anda sendiri.
 
Lalu, bagaimana cara kerja pembersih tangan sinar UV? Sinar UV utamanya berasal dari matahari, tetapi ada juga sumber sinar UV buatan manusia. Termasuk tanning bed dan lampu disinfeksi UV yang kiam hari ramai diperbincangkan.
 
Ada tiga kelas sinar UV, yakni UV-A, UV-B, dan UV-C. Sinar UV-A dan UV-B menyebabkan kulit terbakar dan penuaan dini pada kulit, dan paparan keduanya terkait dengan perkembangan kanker kulit.
 
Sinar UV-C, yang memiliki energi paling banyak dari ketiga jenis ini. Sinar UV-C merupakan yang paling berbahaya, tetapi untungnya tidak mencapai permukaan bumi karena atmosfer kita menyerapnya.
 
Ada sinar UV-C buatan manusia, yang ada di pembersih sinar UV yang diklaim perusahaan bisa membunuh virus corona. Menurut National Academy of Sciences, kemungkinan hal ini benar, karena sinar UV telah digunakan untuk mendisinfeksi permukaan dan air untuk waktu yang lama, dan umumnya berhasil.
 
Ini bisa bekerja karena sinar UV-C cukup kuat untuk menghancurkan materi genetik, baik DNA atau RNA, virus dan bakteri. Tidak ada bukti sekarang bahwa paparan sinar matahari yang biasa bisa membunuh virus corona. Jadi pergi keluar rumah di hari yang cerah tidak akan mengurangi risiko terkena virus itu.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif