Ilustrasi-Pexels
Ilustrasi-Pexels

Ini Hak Pasien Kanker di Tengah Pandemi Covid-19

Rona kanker
Sunnaholomi Halakrispen • 29 Juni 2020 10:27
Jakarta: Kanker merupakan salah satu penyakit yang angka kematiannya tinggi. Perawatan intensif pun perlu diterapkan seluruh pasien kanker, termasuk saat ini. Ketahuilah apa saja hak yang dapat dilakukan dan diperoleh pasien juga keluarga di tengah pandemi covid-19.
 
"Pertama, memperoleh informasi tentang tata tertib yang berlaku, memperoleh informasi tentang hak dan kewajiban pasien," ujar Plh. Direktur Utama RS Kanker Dharmais, Dr. dr. Nina Kemala Sari, Sp.Pd, K-Ger, MPH, dalam diskusi Perlindungan Hak Pasien Kanker atas Akses Pelayanan Berkualitas dalam Kenormalan Baru Covid-19.
 
Kemudian, memperoleh layanan yang manusiawi, adil, jujur, dan tanpa diskriminasi. Selain itu, memperoleh layanan yang bermutu sesuai dengan standar profesi dan SOP (standar operasional prosedur).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Memperoleh layanan yang efektif dan efisien dan mengajukan pengaduan atas pelayanan yang didapatkan. Lalu, memilih dokter dan kelas perawatan sesuai keinginannya dan peraturan yang berlaku," tuturnya.
 
Kemudian, pasien juga bisa meminta konsultasi tentang penyakitnya kepada dokter lain yang mempunyai SIP (surat izin praktik), baik di dalam maupun di luar rumah sakit. Hal tersebut sebagai second opinion.
 
"Mendapatkan privasi dan kerahasiaan penyakitnya, termasuk data-datanya. Kemudian, mendapatkan informasi diagnosis dan tata tindakan medis, tujuan tindakan medis, alternatif tindakan, risiko, komplikasi dan prognosis, serta perkiraan biaya pengobatan," paparnya.
 
Dr. Nina menyampaikan bahwa hak lainnya ialah memberikan persetujuan dan menolak tindakan yang dilakukan tenaga medis terhadap penyakit yang dideritanya. Dalam hal ini, pasien berkesempatan menentukan pilihan perawatan medis.
 
"Didampingi keluarga dalam keadaan kritis, berhak dikunjungi keluarga setelah mendapat izin dari kepala ruangan. Kemudian, menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya selama tidak mengganggu pasien lainnya," jelasnya.
 
Ia memaparkan bahwa setiap rumah sakit menyediakan enam jenis layanan rohani sesuai dengan agama yang dianut oleh masing-masing pasien. Baik agama islam, kristen protestan, kristen katolik, hindu, budha, maupun konghucu.
 
Selain itu, pasien berhak memperoleh keamanan dan keselamatan dirinya selama dalam perawatan di rumah sakit. Lalu, mengajukan usul atau saran perbaikan atas perlakuan rumah sakit terhadap dirinya.
 
"Pasien juga berhak menolak pelayanan bimbingan rohani yang tidak sesuai standar. Kemudian, mengeluhkan pelayanan rumah sakit yang tidak sesuai standar ke media cetak maupun elektronik," pungkasnya.
 
 
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif