Ilustrasi-Pexels
Ilustrasi-Pexels

IFI: Para Guru Harus Memberi Tugas Sewajarnya saat Social Distancing

Rona Virus Korona virus corona covid-19
Kumara Anggita • 23 Maret 2020 10:09
Jakarta: Indonesia saat ini ikut bersama-sama negara lain memerangi virus korona atau covid-19. Salah satu kebijakan yang diimbau pada masyarakat adalah dengan melakukan self-distancing atau jarak sosial.
 
Cara ini diharuskan bagi Anda untuk sebisa mungkin menjaga jarak secara fisik dengan satu sama lain. Termasuk mengisolasi orang yang terinfeksi, melakukan karantina orang yang mungkin telah terinfeksi, dan membuat orang terpisah satu sama lain secara umum.
 
“Saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah,” ujar Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada awalnya, tampaknya seperti sesuatu yang sederhana. Namun bagi sebagian orang, tinggal di rumah bukan perkara yang mudah. Ini karena ruang gerak terbatas dalam waktu lama dapat membuat seseorang cenderung malas bergerak dan bisa menimbulkan problem kesehatan.
 
Tak hanya itu, kebijakan ini juga bisa memengaruhi kesehatan mental bagi anak-anak maupun orang dewasa. Masa social distancing membuat orang merasa penat dan merasa terkurung. Ditambah lagi dengan kecemasan akibat bombardir pemberitaan melalui media terkait ancaman virus covid-19.
 
Karena itu, Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) mengajak kita untuk tetap melakukan beberapa hal di rumah. Rekomendasi Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) Saat Harus Tinggal Di Rumah adalah dengan gerak badan level moderat di rumah dengan dosis 30 menit sehari, 3 - 5 kali sepekan.
 
Banyak riset menunjukkan olahraga bisa meningakatkan kebugaran, mengurangi stres dan kecemasan, dan meningkatkan imunitas tubuh.
 
Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) juga menginstruksikan kepada seluruh anggota untuk proaktif dalam menanggulangi dampak fisik dan psikis saat masa social distancing. Yaitu dengan edukasi gaya hidup aktif, meski tinggal di rumah kepada masyarakat luas melalui berbagai media online.
 
Tak hanya itu, para guru dan pendidik juga diminta untuk memberikan penugasan yang tak memberatkan. Berikan anjuran untuk melakukan gerak badan dan aktivitas fisik agar siswa tetap sehat dan bugar saat libur masa social distancing.
 
Manfaatkanlah masa-masa ini sebaik mungkin, jangan sampai upaya untuk menghindarkan penyakit justru malah membawa penyakit.
 
(FIR)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif