Kenapa sih sulit sekali untuk tidak menyentuh wajah Anda? Berikut penjelasan pakar mengenai hal ini. (Foto: Pexels.com)
Kenapa sih sulit sekali untuk tidak menyentuh wajah Anda? Berikut penjelasan pakar mengenai hal ini. (Foto: Pexels.com)

Kenapa Sulit untuk Tidak Menyentuh Wajah?

Rona Virus Korona psikologi virus corona covid-19
Raka Lestari • 27 Maret 2020 18:00
Jakarta: Seiring dengan peningkatan kasus pandemi covid-19 di berbagai negara, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan agar menghindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci. 
 
Hal ini dilakukan agar mencegah masuknya virus korona covid-19 ke dalam tubuh. Namun terkadang, sulit sekali untuk tidak menyentuh area wajah terutama karena kebiasaan.
 
Kenapa ya? Ada bebrapa alasan mengapa seseorang sulit untuk tidak menyentuh area wajah mereka, namun itu merupakan hal yang bisa disesuaikan. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Pertama-tama, kita punya hidung. Dan sering kali orang menyentuh hidung mereka secara tidak sadar,” ujar Douglas Woods, seorang profesor psikologi di Universitas Marquette.
 
Perawatan tubuh dasar, membersihkan remah-remah di bibir, atau menggaruk wajah karena gatal melibatkan banyak hal menyentuh wajah, dan dari sana, sering kali menjadi kebiasaan. 
 
“Ketika kita melakukan hal tersebut, maka seperti mendapatkan kesenangan tersendiri,” jelasnya. 
 
“Dengan menggaruk wajah yang gatal, kita akan mendapatkan kepuasan dan secara tidak sadar kita akan melakukan hal itu kembali. Dan lama kelamaan itu akan menjadi kebiasaan.”
 
Anne Liu, seorang profesor dan dokter penyakit menular di Stanford Health Care menjelaskan mengapa CDC secara spesifik menyarankan untuk tidak menyentuh mata, hidung dan mulut karena cairan mukosa yang terdapat pada mata, hidung, dan mulut dapat menjadi cara virus korona masuk ke dalam tubuh.
 
Lalu bagaimana dengan menyentuh dahi? Mengingat dahi tidak memiliki cairan mukosa. Menurut Gabriela Andujar Vazquez, seorang dokter penyakit menular di Tufts Medical Center, secara teori mungkin tidak apa-apa.
 
“Selama Anda tidak menyentuh dahi dengan tangan yang kotor mugkin tidak apa-apa. Akan tetapi, jika sudah menyentuh dahi maka keinginan untuk menyentuh area wajah lainnya seperti mata, hidung, dan mulut juga meningkat,” ujarnya.
 
Selain mata, hidung, dan mulut, bagian telinga juga perlu menjadi perhatian. 
 
“Meskipun telinga bukanlah menjadi pintu masuknya virus, tetapi sebaiknya tidak mencoba untuk menggaruk telinga atau apapun yang ada di atas leher karena cukup dekat dengan pintu masuk virus ke dalam tubuh yaitu mulut, hidung, dan mata,” tutup Andujar Vazquez. 
 
Jadi, jangan bosan-bosan mencuci tangan sehabis melakukan berbagai hal di rumah ya. Dan ingat untuk tetap menjaga jarak aman sekitar satu meter atau lebih.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif