Dengan mengonsumsi serat tersebut, alhasil membuat Anda dan anak Anda terhindar dari sembelit. (Foto: Naomi Shi/Pexels)
Dengan mengonsumsi serat tersebut, alhasil membuat Anda dan anak Anda terhindar dari sembelit. (Foto: Naomi Shi/Pexels)

Mengapa Anak Harus Makan Buah beserta Kulitnya?

Rona tips kesehatan tumbuh kembang anak
Kumara Anggita • 04 September 2019 13:03
Tentunya kulit buah yang dianjurkan untuk dimakan dan memiliki banyak serat adalah apel, pir, dan juga jambu. Sebab di situ ada banyak serat yang bermanfaat bagi anak Anda agar terhindar dari sembelit.
 
Jakarta: Kulit buah bagi anak-anak memang tidak begitu enak karena tawar. Namun, tahukah Anda bahwa memakan kulit buah manfaatnya bagus buat tubuh.
 
Berdasarkan jenisnya, serat terdiri dari soluble fiber (serat yang larut dengan air) dan insoluble fiber (serat yang tidak larut dalam air). Sementara bagian kulit buah tersebut termasuk dalam insoluble fiber.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kulit buah karena insolable fiber itu mengandung serat yang tidak larut dalam air. Jadinya insolable fiber bisa bantu membuat masa tinja lebih baik," jelas Konsultan Gastrohepatologi Anak, dr. Frieda Handayani, Sp.A (K).
 
Dengan mengonsumsi serat tersebut, alhasil membuat Anda dan anak Anda terhindar dari sembelit.
 
"Kalau ada masa tinja di usus, itu menstimulasi gerakan peristaltik usus jadi lebih aktif. Jadi lebih memperlancar pencernaan dibanding ketika kulitnya enggak ikutan dimakan," ungkap Frieda.
 
Karena itu, lebih baik Anda membiasakan anak Anda sejak dini untuk makan buah dengan kulitnya. Namun jangan lupa untuk membersihkannya dengan tepat. Caranya dengan menggunakan larutan cuka pada atau garam agar aman dikonsumsi anak.
 
"Membersihkannya benar-benar tergantung pilihannya. Tujuannya agar pestisidanya larut, atau zat-zat apa. Rendam 5-10 menit lalu digosok lagi dengan lap atau sikat yang bersih supaya kulitnya itu kita anggap aman buat dikonsumsi anak," ungkapnya.
 
Penelitian terbaru yang dilakukan di Jakarta terhadap 103 anak usia 2-3 tahun menemukan bahwa 9 dari 10 anak usia dini kekurangan serat. Rata-rata mereka hanya mengonsumsi 4,7 gram serat pangan setiap harinya.
 
Padahal Kementerian Kesehatan merekomendasikan anak usia satu hingga tiga tahun untuk mendapatkan 16 gram serat per harinya.
 
Kondisi ini begitu disayangkan karena menurut Konsultan Gastrohepatologi Anak, dr. Frieda Handayani, Sp.A (K) pencernaan itu merupakan 'otak kedua' yang tidak hanya memengaruhi proses pencernaan, tetapi juga metabolisme tubuh serta mood atau emosi seseorang.
 
Dengan mengonsumsi asupan serat yang cukup, pencernaan akan membaik sehingga nutrisi dapat diserap dan diproses untuk mendukung tumbuh kembang anak.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif