Memasuki musim hujan, biasanya tubuh cenderung lebih mudah terserang beberapa penyakit. (Ilustrasi/Pexels)
Memasuki musim hujan, biasanya tubuh cenderung lebih mudah terserang beberapa penyakit. (Ilustrasi/Pexels)

Mengapa Pada Musim Hujan Tubuh Lebih Mudah Sakit?

Rona musim hujan
Raka Lestari • 04 Januari 2020 13:12
Jakarta: Memasuki musim hujan, biasanya tubuh cenderung lebih mudah terserang beberapa penyakit. Batuk dan pilek merupakan penyakit yang sering dialami oleh banyak orang ketika musim hujan. Pada kasus yang lebih parah, beberapa orang juga mungkin mengalami beberapa infeksi pada musim hujan.
 
“Musim hujan atau cuaca yang dingin adalah saat-saat dimana tubuh lebih sering mengalami infeksi pernapasan,” ujar Dr William Schaffner, seorang ahli penyakit menular di Universitas Vanderbilt di Tennessee, Amerika Serikat, seperti dilansir Healthline.
 
"Infeksi saluran pernapasan lebih mudah ditransfer di musim dingin karena dua alasan. Yang pertama adalah kita menghabiskan lebih banyak waktu di ruang tertutup, berdekatan satu sama lain, sehingga kita memiliki kontak tatap muka yang lebih lama," terangnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sedangkan yang kedua berkaitan dengan kelembapan. Ketika kita menularkan virus dari satu orang ke orang lainnya, biasanya kita berjarak 3 kaki dari satu sama lain,” ujar Schaffner.
 
Ketika kita berada di tempat dengan kelembapan yang rendah pada musim dingin, kelembapan yang rendah tersebut akan membuat virus menguap. "Sehingga virus akan tetap ada di udara untuk waktu yang cukup lama sehingga seseorang yang berada di dekat kita bisa ikut menghirup virus tersebut,” ucapnya.
 
Kurangnya paparan sinar matahari secara teratur selama musim hujan juga dapat berdampak pada sistem kekebalan tubuh, tetapi para ahli mengatakan masih perlu penelitian lebih lanjut.
 
“Peran sinar matahari memang masih belum diteliti, namun sinar ultraviolet dari matahari terkenal sebagai dekontaminan. Secara historis, paparan sinar matahari digunakan untuk mengobati pasien tuberkulosis sebelum terapi antibiotik ditemukan,” ujar Dr Jeffrey Klausner, seorang profesor kedokteran di divisi penyakit menular di Universitas California Los Angeles.
 
Untuk itu, agar mencegah tertular virus yang menular salah satunya adalah dengan rutin mencuci tangan. Cara terbaik untuk menghindari flu dalah dengan mencuci tangan secara teratur dengan air sabun setidaknya selama 20 detik, serta menghindari menyentuh wajah, mata, hidung, atau mulut dengan tangan yang tidak dicuci.
 
Anda juga sebaiknya menghindari kontak dengan mereka yang sedang batuk atau bersin, serta secara teratur membersihkan permukaan yang sering disentuh di rumah seperti gagang pintu dan tangga.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif