Polusi Udara Dapat Meningkatkan Risiko Keguguran (Foto: gettyimages)
Polusi Udara Dapat Meningkatkan Risiko Keguguran (Foto: gettyimages)

Polusi Udara Dapat Meningkatkan Risiko Keguguran

Rona kehamilan
Torie Natalova • 15 Desember 2018 15:24
Jakarta: Semua telah mengetahui bahwa polusi udara dapat memberi dampak buruk bagi kesehatan. Berbagai masalah kesehatan seperti pernapasan, masalah kardiovaskular hingga dapat mempengaruhi kesehatan ibu hamil serta janinnya.
 
WHO mencatat bahwa paparan polusi udara selama kehamilan dapat menyebabkan masalah saat melahirkan seperti berat badan lahir rendah dan kelahiran prematur. Kini, sebuah penelitian baru mengungkapkan bahwa polusi dapat menimbulkan ancaman yang lebih besar terhadap kehamilan.
 
Menurut penelitian yang dilakukan University of Utah, ketika wanita terpapar dengan tingkat polutan yang tinggi, mereka berisiko mengalami peningkatan keguguran.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dr Matthew Fuller, Asisten Profesor Bedah mengamati pola yang menurutnya tidak biasa dalam kaitan kualitas udara dan keguguran. Peneliti menemukan bahwa wanita yang terpapar kadar nitrogen dioksida yang tinggi, lebih mungkin mengalami keguguran bahkan risikonya naik hingga 16 persen.
 
Meskipun hasil penelitian masih perlu lebih rinci dilakukan, para peneliti mengatakan ketika planet bumi mulai memanas dan populasi meningkat, polusi udara akan menjadi masalah yang lebih besar tidak hanya di negara berkembang tapi juga negara maju.
 
Mengurangi paparan polusi udara di kota-kota besar menjadi langkah terbaik untuk menghindari dampak buruknya, terutama bagi wanita hamil. Menggunakan masker saat berjalan kaki di tengah lalu lintas dan sering menghirup udara segar bisa jadi cara untuk mengurangi paparan polusi udara di perkotaan.
 

 

 
 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif