Penelitian: Suplemen Tidak Menjamin Kesehatan Jantung

Anggi Tondi Martaon 12 Juli 2018 07:53 WIB
kesehatan jantung
Penelitian: Suplemen Tidak Menjamin Kesehatan Jantung
"Multivitamin mengisi kesenjangan nutrisi dalam makanan kita yang kurang sempurna," ujar Duffy MacKay, Wakil Presiden Senior The Council for Responsible Nutrition. (Foto: Rawpixel/Unsplash.com)
Jakarta: Sebuah penelitian ini mungkin akan mengecewakan bagi konsumen suplemen untuk menjaga kesehatan jantung. Sebab, hasil penelitian tersebut menyimpulkan bahwa cara mudah tersebut tidak menjamin kesehatan jantung.

Penelitian yang berdasarkan analisis 18 penelitian tahun 1970-2016 menyimpulkan, masyarakat Amerika yang mengonsumsi suplemen vitamin dan mineral tidak menjamin akan terhindar dari penyakit jantung.

"Setelah melacak lebih dari 2 juta peserta selama rata-rata 12 tahun, penelitian tersebut menghasilkan kesimpulan. Namun, orang cenderung lebih suka solusi cepat dan mudah, seperti meminum pil, daripada metode yang lebih mudah untuk mencegah penyakit kardiovaskular," kata penulis studi Dr Joonseok Kim saat dikutip dari WebMD.



(Sebuah penelitian ini mungkin akan mengecewakan bagi konsumen suplemen untuk menjaga kesehatan jantung. Sebab, hasil penelitian tersebut menyimpulkan bahwa cara mudah tersebut tidak menjamin kesehatan jantung. Foto: Freestock.org/Unsplash.com)

"Sederhananya, multivitamin dan suplemen mineral tidak meningkatkan hasil kesehatan kardiovaskular, jadi (pil) tidak boleh diambil untuk tujuan itu," tambah Kim. Dia asisten profesor kedokteran di University of Alabama di divisi penyakit kardiovaskular Birmingham.

The Council for Responsible Nutrition, sebuah asosiasi perdagangan yang mewakili para pembuat suplemen, menekankan bahwa produk-produk tersebut hanya dimaksudkan sebagai bantuan nutrisi, bukan sebagai sarana untuk mencegah atau mengobati penyakit.

(Baca juga: Waspada Penyakit Jantung!)

Dalam studi tersebut, Kim dan rekan-rekannya tidak hanya menganalisa riwayat kesehatan. Kebiasaan yang dianggap berkontribusi terhadap kesehatan kardiovaskular, seperti merokok dan aktivitas fisik juga ditinjau.

Hasilnya, peneliti tidak melihat bukti bahwa mengonsumsi multivitamin atau suplemen mineral menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung, stroke atau meninggal akibat kedua penyakit itu.

Kim berharap, hasil studinya dapat mencerahkan pemikiran masyarakat bahwa suplemen tidak menjamin kesehatan kardiovaskular. "Dan mendorong orang untuk fokus pada isu-isu nyata seperti diet, olahraga dan berhenti merokok," ujar dia.


(Sayuranlah yang dianggap sebagai asupan yang tepat menjaga kesehatan jantung. Foto: Jez Timms/Unsplash.com)

Sementara itu, Dr Gregg Fonarow mencatat, lebih dari 100 juta pria dan wanita Amerika menggunakan vitamin atau suplemen untuk menjaga kesehatan kardiovaskular. Kedua ahli tersebut sepakat, asupan buah dan sayuranlah yang dianggap sebagai asupan yang tepat menjaga kesehatan jantung. 

Sementara itu, Duffy MacKay, Wakil Presiden Senior The Council for Responsible Nutrition, sebuah asosiasi produsen suplemen menanggapi hasil penelitian tersebut. Menurutnya, produk-produk tersebut hanya dimaksudkan sebagai bantuan nutrisi, bukan sebagai sarana untuk mencegah atau mengobati penyakit.

"CRN menekankan bahwa multivitamin mengisi kesenjangan nutrisi dalam makanan kita yang kurang sempurna dan mendukung sejumlah fungsi fisiologis lainnya. Mereka tidak dimaksudkan untuk melayani sebagai peluru ajaib untuk pencegahan penyakit serius," kata MacKay.






(TIN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id