Berjuta Manfaat Jahe (Foto: istock)
Berjuta Manfaat Jahe (Foto: istock)

Berjuta Manfaat Jahe

Rona makanan sehat
Dhaifurrakhman Abas • 11 Mei 2019 16:20
Jakarta: Jahe barangkali sering digunakan sebagai bumbu penyedap makanan atau penambah rasa pada racikan teh. Namun hal ini hanya satu dari berjuta manfaat jahe yang tersembunyi.
 
Faktanya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa jahe dapat membantu meningkatkan kesehatan tubuh. Utamanya dalam menghilangkan penyakit yang menyerang sistem pencernaan.
 
"Ini paling umum, jahe dikenal untuk membantu meringankan masalah pencernaan seperti mual, muntah, termasuk meredakan gejala sakit perut," kata Kelly LeVeque, ahli gizi yang berbasis di Los Angeles, dikutip CNN.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal ini lantaran jahe memiliki kandungan yang mampu melawan penyebab peradangan tubuh. Selain memiliki kandungan anti-inflamasi, jahe juga bertindak sebagai antioksidan dalam tubuh.
 
Manfaat jahe juga pernah dilakukan dalam jurnal Pain Medicine yang diterbitkan pada 2015. Studi meninjau tujuh uji coba terkontrol dan menemukan bukti bahwa mengonsumsi bubuk jahe dapat membantu meredakan nyeri haid.
 
Sebuah studi kecil yang diterbitkan dalam The Journal of Pain pada 2010 juga menemukan bahwa mengonsumsi jahe mentah juga bisa membantu meredakan rasa sakit setelah berolahraga. Bahkan efek penurunan rasa sakit ini lebih tinggi hingga 25 persen dibandingkan dengan obat-obatan.
 
Dr. Eddie Fatakhov, seorang dokter dan ahli gizi di Pusat Pengobatan Internal dan Integratif di Alpharetta, Georgia juga menemukan serangkaian manfaat mengonsumsi jahe. Dia bilang jahe berfungsi untuk meredakan penyakit pada sistem pencernaan. Dari tenggorokan, hingga perut.
 
“Selain meredakan tenggorokan, jahe mungkin membantu mengurangi mual. Jadi, jika kamu merasa tidak enak atau diare, jahe sebenarnya bisa membantu mengatasi itu," beber dia.
 
Dia menambahkan bahwa efek meringankan rasa sakit pada jahe mirip dengan capsaicin. Krim capsaicin merupakan jenis obat yang berasal dari cabai dan digunakan untuk mengurai rasa sakit.
 
“Jahe juga telah dipelajari sebagai penekan nafsu makan, menunjukkan bahwa itu bisa berperan dalam manajemen berat badan,” kata Fatakhov.
 
Cara mengonsumsi jahe yang paling baik?
 
Seperti diketahui, jahe bisa dihidangkan dengan pelbagai cara. Meski begitu, Fatakhov merekomendasikan untuk mengonsumsi jahe secara mentah-menah.
 
"Senyawa jahe segar disebut gingerol. Itulah bahan utama yang menyebabkan semua sifat anti-inflamasi yang kuat," ungkap Fatakhov.
 
Sementara itu, Fatakhov juga menyebut cara menghidangkan jahe dengan direbus atau dipanaskan dalam sop merupakan salah satu favorit sebagian besar orang. Namun proses memasak acap kali menghilangkan kandungan baik yang terdapat pada jahe.
 
“Anda akan kehilangan banyak properti jika kamu memasaknya. Jadi saya akan mengatakan bahwa jahe segar itu yang terbaik. Anda juga bisa menjadikannya bubuk atau ditumbuk sebagai bumbu," tandasnya.
 
Hal ini senada dengan studi yang dilakukan oleh University of Arkansas. Para peneliti menemukan indikasi kerusakan kandungan baik dalam setiap makanan setiap kali dimasak. Dalam studi tersebut tim meneliti kerusakan kandungan pada daging ayam.
 
Disebutkan jika memasak dengan suhu sekitar 40 derajat Celcius saja dapat menurunkan jumlah protein sebenar 9,7% pada daging ayam. Sementara itu, ketika mencapai suhu 70-80 derajat Celcius, protein yang terdapat dalam makanan mengalami perubahan bentuk, mengalami penyusutan dan kehilangan kelembapan.
 
 
 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif