Menurut psikolog Efnie Indrianie, M.Psi, penyebaran video kekerasan sangat tidak disarankan karena tidak layak dilihat anak-anak dan remaja. (Foto: Pexels.com)
Menurut psikolog Efnie Indrianie, M.Psi, penyebaran video kekerasan sangat tidak disarankan karena tidak layak dilihat anak-anak dan remaja. (Foto: Pexels.com)

Cara Mengatasi Video Sadis yang Tersebar di Media Sosial

Rona media sosial psikologi
Sunnaholomi Halakrispen • 19 Maret 2019 11:59
Penyebaran video penembakan di dua masjid di kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat, 15 Maret 2019 lalu dengan cepat menyebar. Menurut psikolog Efnie Indrianie, M.Psi, penyebaran video tersebut sangat tidak disarankan karena tidak layak dilihat anak-anak dan remaja. Ia menyarankan agar tidak perlu reaktif, selain itu, orang dewasa dianjurkan bersikap lebih responsif untuk mendampingi anak dari pengaruh buruk perilaku agresi dalam video tersebut.
 

 
Jakarta:
Peristiwa naas yang menewaskan banyak orang dari aksi teror sering kali disebarkan di media sosial dalam bentuk video. Sebagai penerima video tersebut, sebaiknya Anda bisa mengatasinya secara cerdas dan tenang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Salah satu penyebarannya ialah pada penembakan di dua masjid di kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat, 15 Maret 2019, yang menewaskan 50 orang. Penyebaran video tersebut sangat tidak disarankan karena tidak layak dilihat anak-anak dan remaja.
 
"Karena dikhawatirkan memberikan pengaruh negatif yang mudah ditiru tanpa pertimbangan logika yang matang," ujar Psikolog anak, remaja, dan keluarga, Efnie Indrianie, M.Psi. dari Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha, Bandung, kepada Medcom.id.
 
Sebaliknya, masyarakat disarankan agar tidak perlu reaktif. Selain itu, kata Efnie, orang dewasa dianjurkan bersikap lebih responsif untuk mendampingi anak dan remaja supaya terhindar dari pengaruh buruk perilaku agresi dalam video tersebut.
 
Cara Mengatasi Video Sadis yang Tersebar di Media Sosial
(Menurut psikolog Efnie Indrianie, M.Psi, penyebaran video kekerasan sangat tidak disarankan karena tidak layak dilihat anak-anak dan remaja. Foto: Pexels.com)
 

(Baca juga: Kemkominfo: Jangan Sebarkan Video Penembakan Selandia Baru)
 
"Buat generasi milenial, sebaiknya berhati-hatilah dalam mengunggah dan melihat video di media sosial. Para orang tua dan orang dewasa lainnya, dampingilah anak dan remaja dalam melihat isi tayangan video apapun," paparnya.
 
Peran serta antara orang tua dan remaja yang menyaksikan langsung video tersebut sangatlah penting. Sementara itu, pemerintah juga memiliki peran yang tak kalah penting.
 
Menurut Efnie, idealnya perlu dibuatkan peraturan dengan sanksi tegas kepada masyarakat yang menyebarluaskan di media sosial tentang konten bernuansa agresi. Peraturan tersebut disertakan di dalam undang-undang.
 
"Namun tentunya untuk sampai ke tahap undang-undang tersebut prosesnya pastilah panjang. Atau setidaknya sementara ada peraturan sementara yang bisa memberikan sanksi terhadap pelaku penyebarannya," pungkas Efnie.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif