Persalinan Caesar Seringkali Picu Depresi pada Ibu
(Foto: 30 Seconds)
Jakarta: Beberapa wanita mengalami postpartum, depresi yang terjadi setelah melahirkan. Faktanya, sebuah studi menemukan bahwa beberapa tipikal ibu memiliki kecenderungan gangguan tersebut lebih besar.

Studi dari Universitas Harvard di Amerika Serikat menemukan bahwa wanita yang kegemukan, menderita selama pembukaan, memiliki riwayat depresi, kecemasan, dan sakit kronik, serta melahirkan bayi berukuran lebih kecil kemungkinannya lebih besar mengalami postpartum. 

Kemungkinan besar, proses melahirkan adalah pemicunya. Meskipun belum jelas bagian mana: sebelum, selama, atau setelah persalinan. 


"Dalam beberapa tahun, kami telah berfokus pada bagaimana mengatasi nyeri melahirkan, tetapi proses pemulihan setelah melahirkan sering diabaikan," ujar Jie Zhou, asisten profesor di universitas tersebut. 

Studi tersebut meninjau tingkat kesakitan (dari awal melahirkan hingga keluar rumah sakit) pada 5.327 ibu yang pertama kali melahirkan satu anak, baik secara normal atau melalui caesar.

Ibu dengan depresi postpartum, terutama yang melalui proses kelahiran caesar, mengaku mengalami lebih banyak masalah nyeri selama pemulihan dan sering kali membutuhkan obat-obatan pereda nyeri tambahan. 

"Sementara ibuprofen dan obat nyeri yang serupa dianggap cukup untuk mengontrol rasa sakit setelah melahirkan, jelas beberapa wanita membutuhkan bantuan tambahan untuk mengelola rasa sakit," kata Zhou.

“Kita perlu melakukan pekerjaan yang lebih baik untuk mengidentifikasi siapa yang berisiko mengalami nyeri pascamelahirkan dan memastikan mereka memiliki perawatan postpartum yang memadai.”

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), depresi pascamelahirkan dapat menyebabkan tingkat menyusui yang lebih rendah dan ikatan yang buruk dengan bayi.

Gejala yang muncul umumnya kesedihan yang ekstrim, energi rendah, kecemasan, episode menangis, iritabilitas dan perubahan dalam pola tidur atau makan.





(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id