Mata adalah bagian penting pada manusia dan bila ada kelainan di mata, dampaknya bisa mengurangi kualitas hidup seseorang. Oleh karena itu, permasalahan ini perlu diatasi sejak dini. (Ilustrasi/Pexels)
Mata adalah bagian penting pada manusia dan bila ada kelainan di mata, dampaknya bisa mengurangi kualitas hidup seseorang. Oleh karena itu, permasalahan ini perlu diatasi sejak dini. (Ilustrasi/Pexels)

Hindari Mata Malas Akibat Kelainan Mata pada Anak

Rona kesehatan mata
Kumara Anggita • 14 Agustus 2020 15:07
Jakarta: Mata adalah bagian penting pada manusia dan bila ada kelainan di mata, dampaknya bisa mengurangi kualitas hidup seseorang. Oleh karena itu, permasalahan ini perlu diatasi sejak dini.
 
Cara paling sederhananya adalah dengan mengenali kelainan-kelainan tersebut.  Menurut Menurut Dokter Spesialis Mata RS UI, dr. Anissa Nindyatriayu Witjakono, BMedSc (Hons), Sp.M kelainan mata anak ada banyak jenisnya seperti:

Kelainan refraksi

Ini terdiri dari rabun jauh, (miopia), rabun dekat (hiperopia), dan astigmatism (silindris). Ia menjelaskan bahwa tanda dan gejalan kelainan refraksi antara lain
 
- Pandangan buram 
- Mengerenyitkan dahi saat melihat / memiringkan kepala saat melihat 
- Mendekat untuk melihat 
- Bisa disertai dengan juling 
- Prestasi sekolah menurun 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Permasalahan ini perlu untuk diatasi  segera karena bila tidak, keadaan mata anak bisa semakin buruk. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan memakai kaca mata.

Kelainan Posisi Bola Mata atau Strabismus 

Ini disebut juga juling. Menurutnya, juling keluar sampai usia di 3 bulan masih bisa normal, namun bila menetap perlu diperiksakan ke dokter spesialis mata / dokter spesialis pediatri oftamologi. Tanda dan gejala juling antara lain:
 
- Mata terkadang tidak simetris pergerakannya, biasa dilihat saat anak sedang bengong atau fokus 
 
- Anak cenderung miring saat melihat 
 
- Kadang disertai dengan memiringkan kepala.

Kelainan warna manik mata

dr. Anissa mengungkapkan bahwa manik mata putih atau  leukokoria bisa terjadi karena tiga kondisi seperti katarak, retinoblastoma, dan retinopathy of prematurity (ROP). Untuk mengenalinya, gunakan cahaya terang ke arah mata dan lihat apakah ada perbedaan warna saat mata terkena cahaya tersebut.

Ptosis atau kelopak mata jatuh

Ini adalah kondisi yang membuat satu atau dua mata terlihat seperti mengantuk. “Kelopak mata jatuh, harus diperiksakan ke dokter mata, terutama bila kelopak mata menutupi manik mata,” ungkapnya dalam Webinar RSUI yang bertajuk Kenali Gejala Kelainan Mata Anak.

Kelainan mata buat mata malas

dr. Anissa mengungkapkan bahwa kelainan-kelainan tersebut bisa menyebabkan mata malas atau ambliopia. Ini artinya adanya penurunan kemampuan pengelihatan.
 
Hal ini terjadi karena kuranganya stimulus pengelihatan yang dibutuhkan untuk perkembangan pengelihatan. Mata malasa bisa terjadi pada satu atau kedua mata.
 
Menurutnya ada beberapa tanda dan gejala mata malas antara lain
 
- Kadang mata tidak fokus atau 
 
- Pergerakan tidak bersama 
 
- Gangguan menentukan kedalaman 
 
- Mengerenyitkan dahi saat melihat 
 
- Memiringkan kepala 
 
Hal ini bisa diatasi dengan deteksi dini. Dengan seperti itu, dokter bisa memberikan tindakan seera. “Usia deteksi dan waktu tatalaksana mempengaruhi hasil,” jelasnya.
 

 
(YDH)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif