Bahan-bahan yang ada di odol berdampak baik pada gigi Anda, tetapi tidak baik untuk kulit yang terbakar.  (Foto: Pixabay)
Bahan-bahan yang ada di odol berdampak baik pada gigi Anda, tetapi tidak baik untuk kulit yang terbakar. (Foto: Pixabay)

Ketika Kulit Terbakar, Sebaiknya tak Menggunakan Odol

Rona tips kesehatan
Raka Lestari • 01 Juli 2019 14:03
Selama ini, menggunakan odol saat kulit terbakar merupakan cara yang dianggap membantu. Tapi, melihat bahan yang digunakan di pasta gigi modern belakangan ini, justru membuat kulit Anda bermasalah.
 
Jakarta:
Menggunakan odol pada kulit yang terbakar merupakan salah satu hal yang sering dilakukan oleh sebagian orang. Sebab dianggap dapat meredakan kulit yang rusak tersebut.
 
Nyatanya, odol justru dapat menyebabkan kulit yang terkena luka bakar malah rusak. Dikutip dari Bustle, odol modern pada umumnya mengandung bahan kimia pemutih dan penyegar nafas seperti peppermint atau mentol.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bahan-bahan tersebut memang berdampak baik pada gigi Anda, tetapi tidak baik untuk kulit yang terbakar. Menurut Lipstick.com, bahan-bahan kuat ini, ketika diaplikasikan pada kulit dapat menyebabkan iritasi atau luka bakar bahan kimia.
 
Ahli kulit, Ranella Hirsch, mengatakan bahwa mengoleskan pasta gigi ke kulit, terutama pada warna kulit yang lebih gelap, dapat menghasilkan bercak merah atau cokelat yang tahan lama.
 
"Obat rumahan seperti mentega, odol, susu atau zat lain tidak boleh digunakan pada luka bakar," kata Dr Brian Wagers, dokter pengobatan darurat.
 
Ketika Kulit Terbakar, Sebaiknya tak Menggunakan Odol
 
"Zat ini tidak membantu dan dapat meningkatkan risiko infeksi pada kulit yang terluka. Sifat abrasif dan bahan kimia lainnya dalam pasta gigi dapat menyebabkan lebih banyak kerusakan pada kulit yang membuatnya lebih rentan terhadap infeksi atau perubahan warna permanen," terangnya.
 
Sebagai gantinya, Anda bisa menyiram luka bakar dengan air dingin atau air mengalir. Kedua cara itu membantu meringankan rasa sakit dan meringankan luka bakar.
 
"Dokter Anda mungkin meresepkan krim atau salep antibiotik atau obat lain jika luka bakar Anda tidak parah. Untuk luka bakar parah, perawatan lain diperlukan yang mungkin memerlukan rawat inap," kata Dr Wager.
 
"Penting untuk dicatat bahwa luka bakar berevolusi seiring waktu dan dapat membutuhkan lebih banyak perawatan daripada yang diperkirakan sebelumnya. Setiap luka bakar yang mengitari tungkai, jari atau kaki, yang meluas atau memotong persendian harus selalu dilihat oleh dokter karena ini membutuhkan perawatan khusus," lanjutnya.
 
Pertimbangkan kesehatan kulit Anda dengan melewatkan cara alami ini. Kemudian, ada baiknya minta bantuan dokter jika Anda mengalami luka bakar.
 
Apakah Odol Mengatasi Efek Dari Gas Air Mata

 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif