Pekerja Shift Malam Lebih Berisiko Terkena Diabetes

Sri Yanti Nainggolan 14 Februari 2018 15:02 WIB
kesehatan
Pekerja Shift Malam Lebih Berisiko Terkena Diabetes
(Foto: Shutterstock)
Jakarta: Sebuah penelitian menyebutkan bahwa pekerja malam lebih berisiko terkena diabetes tipe 2, salah satu pemantik penyakit kardiovaskular.

Diabetes tipe 2 adalah kondisi kronik yang memengaruhi cara tubuh memproses gula darah atau glukosa.

Studi tersebut menemukan bahwa pekerja yang memiliki jam kerja tak tetap atau biasa di malam hari memiliki kecenderungan 44 persen lebih besar mengalami diabetes tipe 2 dibandingkan dengan pekerja siang hari, kecuali untuk pekerja malam yang permanen.


"Kami melihat adanya hubungan respons dosis antara frekuensi kerja malam dan diabetes tipe 2 dimana semakin besar kemungkinan mereka terkena penyakit ini, terlepas dari predisposisi genetiknya," ujar Ceiine Vetter, Professor di University of Colorado-Boulder.

Studi yang dipublikasi dalam jurnal Diabetes Care tersebut memeriksa lebih dari 270 ribu orang, termasuk 70 ribu di antaranya yang memberikan informasi sepanjang hidup secara mendalam dan sub kelompok yang terdiri lebih dari 44 ribu orang dengan data genetik.

Lebih dari enam ribu orang dalam sampel memiliki diabetes tipe 2.

Dengan menggunakan lebih dari 100 varian genetik yang berhubungan dengan diabetes tipe 2, para peneliti memakai skor risiko genetik untuk memberi nilai pada setiap partisipan.

Hasilnya, mereka yang memiliki angka risiko genetik tertinggi hampir empat kali lipat lebih berisiko terkena diabetes tipe 2 dibandingkan individu dengan angka lebih rendah.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), prevalensi diabetes telah meningkat dua kali lipat sejak 1987 dari 4,7 persen menjadi 8,5 persen pada populasi orang dewasa. Kebanyakan dari mereka menderita diabetes tipe 2.





(DEV)